JAYAPURA – Warga di sekitar Pasar Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, dikejutkan oleh peristiwa duka yang terjadi pada Senin (23/02/2026) malam. Seorang perempuan berinisial M (48) ditemukan meninggal dunia di dalam kios miliknya yang berada di area pasar tersebut. Penemuan jasad korban sontak mengundang perhatian warga sekitar dan memicu kehadiran aparat kepolisian di lokasi kejadian.
Korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIT dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergantung di dalam kios yang diketahui tertutup rapat dari arah dalam. Situasi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warga, mengingat kios tersebut sebelumnya terlihat tidak beroperasi sejak sore hari.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban terakhir kali terlihat masih beraktivitas di sekitar kios pada Senin (23/02/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIT. Setelah itu, korban masuk ke dalam kiosnya dan tidak terlihat keluar kembali hingga malam hari. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama di kalangan keluarga korban.
Kecurigaan semakin menguat ketika hingga pukul 20.00 WIT korban tak kunjung menampakkan diri. Anak korban kemudian berinisiatif mencari keberadaan ibunya di sekitar lokasi pasar. Saat mendatangi kios, ia mendapati pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Karena tidak mendapat respons meskipun telah dipanggil berkali-kali, sang anak akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kios.
Betapa terkejutnya anak korban ketika mendapati ibunya telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kios tersebut. Peristiwa itu segera dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara resmi.
Kapolres Jayapura, Dionisius Helan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan awal dari para saksi dan keluarga, korban diketahui memiliki permasalahan pribadi sebelum kejadian.
“Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban diketahui memiliki permasalahan pribadi.”
Ia juga menjelaskan kronologi penemuan korban sebagaimana disampaikan oleh anak korban.
“Anak korban menerangkan bahwa dirinya terakhir bertemu korban pada sore hari. Namun pada malam harinya, karena merasa khawatir, saksi mendatangi kios milik korban.”
“Setelah tidak mendapat respons, saksi membuka paksa pintu kios dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius Helan pada Selasa (24/02/2026).
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti dan memastikan tidak adanya unsur tindak pidana lain. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Yowari untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
“Unit identifikasi yang melakukan olah TKP menemukan barang bukti berupa tali rafia sepanjang kurang lebih lima meter yang diduga digunakan korban,” tuturnya.
Meski dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri akibat persoalan pribadi, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan. Sejumlah saksi, termasuk anak korban, telah dimintai keterangan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Peristiwa ini masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Satuan Reskrim.”
“Dugaan sementara mengarah pada faktor permasalahan pribadi, namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” jelas Kapolres.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan sosial di tengah masyarakat. Aparat kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang. []
Diyan Febriana Citra.

