SUMBAWA – Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kian menguatkan posisinya sebagai salah satu daerah yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pendidikan menengah unggulan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, ke lokasi calon pembangunan SMA Unggul Garuda di wilayah tersebut, Kamis (08/01/2026).
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari rangkaian verifikasi kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan sekolah menengah unggulan berasrama yang dirancang pemerintah pusat. Kehadiran Prof. Stella disambut langsung oleh Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, bersama Wakil Bupati Mohamad Ansori, serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam penjelasannya, Prof. Stella menyampaikan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan gagasan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah dirancang sejak awal 2024. Program ini secara resmi diajukan pada Mei 2024 sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di seluruh Indonesia.
“Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan menengah berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa dari seluruh Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi,” kata Stella.
Sekolah ini direncanakan mengadopsi kurikulum nasional yang diperkaya dengan standar internasional, didukung sistem asrama atau boarding school. Seluruh peserta didik akan menerima beasiswa penuh, dengan proses rekrutmen melalui seleksi nasional yang ketat, objektif, dan transparan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan satu unit SMA Unggul Garuda berada pada kisaran Rp213 miliar hingga Rp250 miliar.
Lebih lanjut, Stella menegaskan bahwa konsep Sekolah Unggul Garuda dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar tersebut meliputi pemerataan akses pendidikan bermutu, pembentukan sekolah sebagai inkubator calon pemimpin masa depan, serta penguatan prestasi akademik yang sejalan dengan pengabdian kepada masyarakat.
“Pembangunan sekolah di daerah dinilai penting agar peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar dan memberi dampak sosial-ekonomi yang positif,” ujar Stella.
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, pemerintah pusat juga menyiapkan skema pembiayaan lanjutan bagi lulusan SMA Unggul Garuda untuk melanjutkan studi ke universitas-universitas terbaik dunia. Jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi internasional telah dibangun agar lulusan memiliki daya saing global sekaligus komitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Di sisi lain, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyampaikan kesiapan daerahnya untuk menjadi tuan rumah SMA Unggul Garuda. Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya mencakup penyediaan lahan, tetapi juga dukungan infrastruktur, regulasi daerah, serta partisipasi sosial masyarakat.
“Sebagai bentuk kesiapan konkret, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan dua alternatif lokasi strategis. Opsi pertama adalah lahan milik Pemkab Sumbawa seluas 20 hektare yang berlokasi di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, bersebelahan dengan markas Batalyon Infanteri TP.
Opsi kedua berada di kawasan Samota, dengan luas lahan 20 hektare bersebelahan dengan lokasi Sirkuit MXGP, Sport Center dan rencana lokasi pembangunan Batalyon Marinir,” jelas Jarot.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Stella bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung kawasan Samota. Kawasan ini dinilai memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Samota serta didukung lanskap alam Teluk Saleh yang dinilai mampu menunjang ekosistem pendidikan unggulan. Peninjauan lokasi alternatif di Desa Kerekeh dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dengan berbagai aspek kesiapan tersebut, Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam agenda besar pembangunan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan visi nasional pendidikan berdaya saing global. []
Diyan Febriana Citra.

