ACEH TAMIANG – Pemulihan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat dalam proses rehabilitasi wilayah terdampak bencana banjir besar di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini tercermin dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke RSUD Muda Sedia, rumah sakit rujukan utama daerah yang mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu.
Kehadiran Wapres di rumah sakit tersebut, Jumat (30/01/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, tidak hanya menjadi simbol kehadiran negara, tetapi juga bentuk pengawasan langsung terhadap pemulihan fasilitas pelayanan publik yang vital bagi masyarakat. Setibanya di lokasi, Wapres menyapa warga dan tenaga kesehatan sebelum meninjau berbagai fasilitas medis yang terdampak banjir.
Peninjauan dimulai dari area bangunan utama rumah sakit, tempat Wapres melihat langsung dampak kerusakan fisik, sarana layanan, serta aktivitas medis yang masih berlangsung dalam keterbatasan pascabencana. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memantau kesiapan pelayanan pasien serta kondisi kerja tenaga medis yang tetap menjalankan tugas di tengah situasi pemulihan.
Dari IGD, Wapres bergerak menuju ruang unit dialisis. Di lokasi ini, ia menyapa para pasien yang sedang menjalani perawatan cuci darah, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang terdampak banjir. Interaksi ini menjadi gambaran nyata bagaimana bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan layanan medis yang bersifat vital dan berkelanjutan.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, sebagai bagian dari rangkaian agenda pemerintah pusat dalam pemulihan wilayah terdampak bencana.
Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, menjelaskan bahwa kunjungan Wapres merupakan bagian dari evaluasi langsung kondisi rumah sakit pascabencana. Menurutnya, fokus peninjauan mencakup kerusakan infrastruktur, kesiapan layanan, hingga perencanaan revitalisasi rumah sakit yang telah dikomunikasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kesehatan.
“Tadi yang dikunjungi UGD, Pak Wapres menyapa pasien di UGD dan tadi lumayan lama di ruang cuci darah, hemodialisa tadi menyapa satu-satu pasien yang sedang dihemodialisa,” kata Andika usai menyambut Wapres.
Ia menambahkan bahwa perhatian Wapres tidak hanya pada pelayanan pasien, tetapi juga pada keberlanjutan fungsi alat kesehatan dan sarana pendukung rumah sakit. “Pak Wapres, lanjutnya, berharap semua sarana prasarana alat kesehatan bisa segera dipulihkan kembali.”
Lebih jauh, Andika menjelaskan bahwa Wapres juga memberikan arahan agar manajemen rumah sakit terus memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait guna melengkapi berbagai kekurangan fasilitas akibat dampak banjir.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Wapres di Aceh Tamiang yang dilakukan dua bulan setelah wilayah tersebut mengalami bencana besar pada akhir tahun lalu. Sebelumnya, Wapres berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Bandara Soewondo, Medan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh Tamiang menggunakan helikopter.
Selain RSUD Muda Sedia, agenda Wapres juga mencakup peninjauan layanan pendidikan di SMP Negeri 1 Karang Baru, posko pengungsian, serta lokasi pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
Secara keseluruhan, kunjungan ini mencerminkan pendekatan pemulihan berbasis layanan dasar, dengan sektor kesehatan sebagai prioritas utama. Kehadiran negara tidak hanya dimaknai sebagai respons darurat, tetapi juga sebagai komitmen jangka menengah dan panjang dalam memastikan masyarakat kembali memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, aman, dan berkelanjutan pascabencana. []
Diyan Febriana Citra.

