Warga Syok! Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Samping Hotel Grand Sawit

Warga Syok! Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Samping Hotel Grand Sawit

Bagikan:

SAMARINDA — Suasana di kawasan samping Hotel Grand Sawit mendadak berubah mencekam pada Sabtu siang, setelah warga menemukan seorang pekerja bangunan tewas dalam kondisi tidak lagi bernyawa. Peristiwa itu sontak mengejutkan para pekerja proyek dan masyarakat sekitar yang sedang beraktivitas.

Penemuan mayat tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Awalnya, sejumlah rekan kerja korban menduga pria tersebut hanya sedang beristirahat setelah sarapan. Namun ketika dibangunkan berkali-kali, ia tidak merespons, hingga akhirnya para saksi melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.

Pamapta II Polres Samarinda, Ipda Yudiansyah

Korban diketahui berinisial Z (48), seorang tukang bangunan asal Jawa yang telah bekerja di area proyek tersebut selama kurang lebih tiga bulan. Kesaksian para pekerja menyebutkan bahwa sebelum ditemukan meninggal, Z masih beraktivitas normal dan bahkan sempat sarapan bersama rekan-rekannya seperti biasa.

“Jadi, almarhum menurut keterangan dari rekan kerjanya dan juga sepupunya, jam 10 tadi masih sarapan sama-sama dengan rekan-rekan yang lain setelah sarapannya,” kata Pamapta II Polres Samarinda, Ipda Yudiansyah, Sabtu (29/11/2025) siang.

Menurut penjelasan polisi, korban sebenarnya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan sehari sebelumnya. “Namun di hari Jumat kemarin, almarhum sempat memang berobat di Sempaja Ujung, dikasih tahu oleh apotek tempat berobatnya itu beliau ada gejala jantung,” ujarnya.

Meski sudah disarankan untuk segera dirawat di rumah sakit, korban memilih menunda. “Jadi, setelah diketahui beliau ada gejala jantung, dirujuk untuk ke rumah sakit umum tapi beliau bilang nanti dulu menunggu enakan,” tambahnya.

Rekan-rekannya menuturkan bahwa setelah sarapan, korban beristirahat di pinggir bangunan proyek. Namun saat dibangunkan sekitar pukul 11.00, tubuhnya tidak lagi memberikan respons. Kepanikan pun terjadi hingga akhirnya layanan darurat 119 dan tim Inafis dipanggil ke lokasi.

“Jadi untuk rekan-rekannya menghubungi 119 untuk mengecek langsung, setelah datang semua, kita temukan bersama tim Inafis tadi untuk almarhum sudah meninggal di bawah 5 jam, jadi belum terjadi kaku mayat,” jelasnya.

Polisi memastikan bahwa penyebab kematian korban bukan karena tindak kriminal. “Jadi untuk almarhum meninggal karena sakit,” tegas Yudiansyah.

Jenazah pria tersebut kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis (otopsi luar), sebelum dipulangkan ke kampung halamannya. “Untuk jenazah sementara kita bawa bersama rekan Inafis ke rumah sakit umum untuk dilaksanakan otopsi luar dan untuk keluarga almarhum kita arahkan ke Polsek Kota untuk membuat laporan, karena info awal jenazah akan dibawa ke Jawa,” pungkasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya memerhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi pekerja fisik yang sering menunda perawatan karena alasan pekerjaan. []

Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews