LEBAK – Insiden wisata kembali terjadi di kawasan pesisir selatan Banten. Seorang wisatawan asal Jakarta dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Sabtu (17/01/2026) pagi. Hingga Sabtu siang, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap korban yang belum ditemukan.
Peristiwa tersebut melibatkan tiga wisatawan yang sedang berenang di laut. Dua orang berhasil selamat, sementara satu korban lainnya, Salman Abdul Latif (19), warga Cipinang Asem, Kebon Pala, Jakarta Timur, diduga terseret arus kuat ke arah tengah laut.
Kejadian bermula ketika korban datang bersama enam rekannya dari Bogor pada Jumat malam (16/01/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Rombongan tersebut memilih bermalam dengan mendirikan tenda di sekitar kawasan Pantai Goa Langir, yang dikenal memiliki ombak dan arus laut cukup kuat, terutama pada pagi hari.
Pada Sabtu (17/01/2026) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB, Salman bersama dua rekannya memutuskan untuk berenang di laut. Kondisi pantai saat itu tampak relatif sepi dan belum ada petugas penjaga pantai yang berjaga. Tidak lama setelah masuk ke air, ketiganya terseret arus ombak yang cukup deras.
Salah seorang dari mereka berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Sementara satu korban lainnya, Latif Atala (19), warga Bogor, berhasil diselamatkan berkat bantuan rekan dan warga sekitar yang berada di lokasi. Namun, Salman Abdul Latif terseret lebih jauh ke tengah laut dan hingga kini belum ditemukan.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, A Erwin Komara, membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa pencarian korban masih berlangsung.
“Benar, satu korban atas nama Salman Abdul Latif sampai saat ini masih dalam pencarian. Kejadian terjadi sekitar pukul 05.30 WIB, saat petugas pantai belum mulai berjaga,” ujar Erwin, Sabtu (17/01/2026).
Erwin menjelaskan, setelah menerima laporan, Balawista Lebak langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan upaya pencarian. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran baik melalui jalur darat maupun laut, dengan menyusuri garis pantai di sekitar lokasi kejadian.
“Kami sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pencarian, baik melalui penyisiran darat di sepanjang pantai maupun melalui jalur laut. Mudah-mudahan tidak ada kendala dan korban bisa segera ditemukan,” ucapnya.
Menurut Erwin, kondisi ombak dan arus laut yang cukup kuat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Meski demikian, tim di lapangan tetap berupaya maksimal dengan memperhatikan faktor keselamatan personel pencari.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan wisatawan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di luar jam operasional penjagaan. Pihak Balawista juga mengimbau pengunjung agar mematuhi rambu-rambu keselamatan, tidak berenang di area berbahaya, serta menghindari aktivitas di laut pada waktu-waktu rawan.
Sementara itu, pihak keluarga korban telah menerima informasi terkait kejadian tersebut dan berharap korban dapat segera ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian wisatawan asal Jakarta yang hanyut di Pantai Goa Langir masih terus berlangsung. []
Diyan Febriana Citra.

