WN China Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Canna

WN China Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Canna

Bagikan:

DENPASAR – Seorang wisatawan mancanegara asal China berinisial LM (22) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat berenang di perairan selatan Bali. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pantai Canna Bali, tepatnya di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jasad korban pertama kali terlihat oleh nelayan setempat pada Kamis (12/02/2026) pagi. Saat ditemukan, tubuh korban mengapung sekitar 20 meter dari garis pantai dengan kedalaman air kurang lebih dua meter. Penemuan itu segera dilaporkan kepada petugas di sekitar lokasi.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa korban diduga meninggal akibat tenggelam ketika berenang.

“Korban diperkiraan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di Pantai Canna,” kata Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Jumat (13/02/2026).

Ia menerangkan, kejadian bermula dari laporan seorang turis asing kepada penjaga pantai sekitar pukul 09.40 Wita. Turis tersebut menyampaikan bahwa rekannya terseret ombak dan tidak terlihat lagi di permukaan air. Mendapat informasi itu, penjaga pantai segera melakukan pencarian awal di sekitar titik yang disebutkan.

Upaya pencarian berlangsung sekitar 20 menit sebelum kabar penemuan korban diterima dari nelayan yang tengah melaut tak jauh dari bibir pantai.

“Jarak lokasi ditemukan korban dari bibir pantai sekitar 20 meter dengan kedalaman 2 meter,” kata dia.

Petugas bersama nelayan kemudian mengevakuasi jenazah ke daratan. Setelah itu, kasus tersebut dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi berjalan lancar dengan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah kerumunan wisatawan.

Perkara ini kini ditangani oleh Satuan Polisi Air dan Udara Polresta Denpasar untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Aparat masih melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi cuaca serta arus laut saat kejadian.

Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Pihak rumah sakit juga akan melakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian secara detail.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi wisatawan untuk memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di pantai, terutama di kawasan yang memiliki arus cukup kuat. Meski sejumlah pantai di Bali telah dilengkapi penjaga dan rambu peringatan, kewaspadaan pribadi tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan laut.

Hingga kini, aparat masih berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk perwakilan kedutaan, untuk proses administrasi dan penanganan lebih lanjut terhadap korban. Polisi juga mengimbau wisatawan agar selalu mematuhi arahan penjaga pantai dan memperhatikan kondisi ombak sebelum berenang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus