TANA PASER – Musibah kebakaran besar melanda kawasan permukiman warga di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Kamis (26/02/2026) sore. Insiden yang bermula dari sebuah kios bahan bakar minyak (BBM) milik warga ini dengan cepat berkembang menjadi kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah penduduk.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Api pertama kali muncul dari kios BBM milik Arbi, warga setempat yang juga menjabat sebagai Ketua RT 03. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh percikan petasan atau kembang api yang dimainkan anak-anak di sekitar lokasi kios.
Kepala Desa Muara Adang, Kurniansyah, menjelaskan bahwa aktivitas bermain petasan di sekitar area yang menyimpan bahan mudah terbakar menjadi faktor awal munculnya api.
“Ada anak-anak yang bermain petasan, diduga percikan petasan tersebut menyambar bahan bakar yang berada di sekitar kios, sehingga memicu munculnya api,” ujarnya.
Kondisi lingkungan turut memperparah situasi. Cuaca panas saat kejadian, ditambah dengan mayoritas bangunan warga yang masih berbahan kayu, membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Selain itu, keberadaan BBM dalam jumlah cukup banyak di kios tersebut menjadi pemicu utama meluasnya kobaran api ke bangunan lain di sekitarnya.
“Karena adanya material yang mudah terbakar di lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke bangunan di sekitarnya dan menyebabkan kebakaran meluas ke permukiman warga,” akunya.
Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan tiba. Namun, besarnya api dan kondisi bangunan yang saling berdekatan membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Lukman Dharma, menyampaikan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan kebakaran dari warga. Personel pemadam kebakaran dari sektor Long Ikis diberangkatkan sekitar pukul 16.45 Wita menuju lokasi kejadian.
Namun, proses penanganan menghadapi kendala jarak dan akses jalan. Dengan jarak tempuh sekitar 32 kilometer dan kondisi jalan yang kurang mendukung, petugas baru dapat tiba di lokasi sekitar pukul 18.20 Wita.
“Setibanya di lokasi personel melakukan upaya pemadaman serta pengendalian api bersama unsur terkait dan masyarakat setempat,” bebernya.
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur kepolisian, relawan, serta warga sekitar. Api baru dapat dikendalikan setelah beberapa jam kemudian, memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dalam peristiwa ini, tidak terdapat laporan korban jiwa. Meski demikian, dampak kebakaran tergolong sangat besar. Sedikitnya 34 rumah warga dilaporkan hangus terbakar, sementara 11 rumah lainnya mengalami dampak langsung akibat kobaran api dan panas ekstrem. Total sebanyak 45 rumah tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Akibat musibah tersebut, sebanyak 57 kepala keluarga atau sekitar 173 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun keluarga terdekat. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp9,6 miliar.
“Saat ini sebagian korban harus mengungsi ke rumah keluarganya, adapun kerugian material dalam peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp9,6 miliar,” pungkasnya.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini tengah melakukan pendataan lanjutan guna menyalurkan bantuan darurat bagi para korban kebakaran. []
Diyan Febriana Citra.

