YOGYAKARTA – Peristiwa ambruknya sebuah rumah tua kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap keselamatan hunian warga lanjut usia di wilayah pedesaan. Sebuah rumah milik warga lansia di Padukuhan Grogol, Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, roboh pada Sabtu pagi (28/02/2026) dan sempat menimpa penghuninya. Beruntung, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka ringan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di lingkungan RT 04/RW 01. Rumah yang roboh diketahui milik Paimin (72), seorang warga lanjut usia yang selama ini tinggal seorang diri. Salah satu warga setempat, Suro (70), menjadi saksi pertama kejadian tersebut.
“Saya mendengar suara bruk, ternyata rumah Mbah Paimin ambruk,” kata Suro saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/02/2026) .
Menurut keterangan warga, saat kejadian tidak terjadi hujan maupun angin kencang. Namun, hujan memang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari sebelumnya. Kondisi itu diduga memengaruhi struktur tanah di sekitar rumah yang sudah tua dan rapuh.
Saat rumah ambruk, Paimin berada di dalam bangunan. Meski demikian, ia masih mampu keluar sendiri sebelum warga berdatangan memberikan pertolongan. Warga kemudian membawa Paimin ke rumah kerabatnya di wilayah Cangkring, Paliyan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Dia itu tinggal sendirian di sini, keluarganya sudah meninggal dunia,” ucap Suro.
Ketua RT 04, Sukadi (66), membenarkan bahwa Paimin memang hidup seorang diri sejak beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan, tragedi beruntun yang menimpa keluarga Paimin menjadi latar belakang kondisi sosial dan psikologis korban saat ini.
“Jadi anaknya meninggal dunia tenggelam, disusul istrinya, dan ibunya. Tiga orang keluarganya meninggal dunia dalam 1 tahun,” ucapnya.
“Saat ini dia dirawat saudaranya di Cangkring,” kata Sukadi.
Sukadi menambahkan, kehilangan anggota keluarga dalam waktu berdekatan berdampak pada kondisi kejiwaan Paimin. Oleh karena itu, perangkat desa bersama warga sebelumnya telah berupaya membujuk agar Paimin bersedia tinggal bersama saudara atau dirawat di panti jompo demi keselamatan dan kesejahteraannya.
“Untuk bantuan sudah komplit mulai PKH hingga BPJS,” kata dia.
Dari sisi teknis bangunan, rumah yang roboh tersebut diduga tidak lagi layak huni. Struktur bangunan yang sudah berusia puluhan tahun, ditambah kondisi tanah yang lembek akibat hujan sebelumnya, menjadi faktor utama ambruknya rumah.
“Tanah basah kan ambles, bangunan juga sudah tua,” kata Sukadi.
Pantauan di lokasi menunjukkan rumah berbentuk limasan dengan dinding anyaman bambu itu roboh rata dengan tanah. Tiang-tiang penyangga terlihat lapuk dan ambles, sementara material bangunan tampak rapuh dimakan usia.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pendataan dan pengawasan rumah tidak layak huni, khususnya yang ditempati lansia yang hidup seorang diri. Ke depan, pihak RT dan pemerintah kalurahan berencana berkoordinasi dengan keluarga korban untuk menentukan pola perawatan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi Paimin. []
Diyan Febriana Citra.

