FLORES TIMUR – Aktivitas vulkanik kembali terjadi di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Gunung Lewotobi Laki-laki dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Rabu (11/03/2026) pagi, dengan semburan kolom abu yang terpantau cukup tinggi dari puncak gunung.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamat Gunung Api (PGA) setempat, letusan terjadi sekitar pukul 09.17 Wita. Aktivitas erupsi tersebut terekam melalui peralatan seismograf yang memantau aktivitas vulkanik gunung api tersebut.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi pada pagi hari itu berlangsung selama hampir dua menit.
“Amplitudo maksimum 4,4 mm,” ujar petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, Rabu (11/03/2026).
Menurut data pengamatan visual, kolom abu yang keluar dari kawah gunung mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggian kolom abu tersebut berada di kisaran 2.384 meter.
Petugas juga mencatat bahwa abu vulkanik yang keluar dari kawah berwarna kelabu dengan tingkat ketebalan yang cukup pekat. Arah sebaran abu terpantau condong bergerak menuju wilayah timur laut hingga timur, mengikuti arah angin yang bertiup di kawasan tersebut.
Aktivitas vulkanik pada Rabu pagi bukanlah satu-satunya letusan yang terjadi dalam rentang waktu tersebut. Sebelumnya, gunung api bertipe strato ini juga sempat mengalami erupsi pada dini hari sekitar pukul 01.30 Wita.
Dalam letusan yang terjadi pada dini hari tersebut, tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 500 meter dari puncak gunung. Kolom abu juga tampak berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan bergerak ke arah timur.
Erupsi dini hari itu juga tercatat dalam rekaman seismogram milik petugas pengamat gunung api. Data menunjukkan aktivitas gempa vulkanik dengan amplitudo maksimum yang sama, yakni 4,4 milimeter.
Durasi letusan pada dini hari tercatat berlangsung selama sekitar 1 menit 22 detik, sedikit lebih singkat dibandingkan erupsi yang terjadi pada pagi hari.
Meski terjadi dua kali erupsi dalam satu hari, otoritas vulkanologi menyatakan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II atau Waspada. Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, namun belum berada pada tahap yang mengharuskan evakuasi besar-besaran.
Meski demikian, masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. Petugas pengamatan gunung api mengingatkan potensi dampak yang bisa timbul akibat aktivitas erupsi, terutama hujan abu vulkanik.
Rofinus mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik mengenakan masker atau alat pelindung.
Penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut dinilai penting untuk menghindari gangguan kesehatan akibat partikel abu yang dapat terhirup. Abu vulkanik diketahui dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan, mata, serta kulit jika terpapar dalam jumlah tertentu.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan lereng gunung juga diingatkan untuk mengikuti seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh otoritas vulkanologi maupun pemerintah daerah.
Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di Pulau Flores yang berada dalam sistem kembar dengan Gunung Lewotobi Perempuan. Kedua gunung ini kerap menjadi pusat pemantauan aktivitas vulkanik di wilayah Flores Timur.
Petugas pemantau gunung api akan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas vulkanik yang terjadi. Data seismik, visual, serta kondisi cuaca akan menjadi acuan dalam menentukan langkah mitigasi berikutnya.
Dengan meningkatnya aktivitas erupsi, masyarakat di sekitar wilayah Flores Timur diharapkan tetap tenang namun siaga, serta selalu memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang. []
Diyan Febriana Citra.

