SUKABUMI – Warga di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dibuat resah oleh ulah seorang pria tak dikenal yang mengamuk sambil membawa senjata tajam pada Rabu (11/03/2026). Insiden tersebut bermula dari dugaan tindakan pelecehan terhadap seorang penumpang angkutan kota sebelum akhirnya berujung keributan di ruang publik.
Peristiwa ini melibatkan seorang perempuan berinisial ILP (24) yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya dengan menggunakan angkutan umum. Berdasarkan keterangan keluarga korban, kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB saat ILP menaiki angkot 09 dengan rute Cibadak menuju Cicurug.
Suami korban, Muhammad Ikbal (29), menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika istrinya berada di dalam angkutan tersebut bersama sejumlah penumpang lain. Saat kendaraan melintas di kawasan Sundawenang, Parungkuda, korban diduga menjadi sasaran pelecehan oleh seorang pria yang berada di dalam kendaraan yang sama.
“Awalnya istri saya berangkat kerja naik angkot dari Cibadak ke Cicurug. Di dalam angkot itu ada pria yang melakukan pelecehan dua kali. Kejadiannya di sekitar Sundawenang, Parungkuda,” kata Ikbal.
Menurut penuturan Ikbal, pria tersebut pada awalnya duduk di kursi yang berseberangan dengan korban. Namun, situasi berubah ketika korban merasa tidak nyaman dengan perilaku pelaku sehingga memutuskan berpindah tempat duduk ke bagian belakang angkot.
Bukannya berhenti, pria tersebut justru mengikuti korban dan kembali mendekatinya. Tindakan itu membuat korban semakin merasa terancam hingga akhirnya menegur pelaku secara langsung.
“Istri saya sudah merasa risih lalu pindah ke belakang, tapi dia ikut lagi dan mau pegang lagi. Akhirnya istri saya menegur dan sempat terjadi adu cekcok,” ungkapnya.
Ketegangan di dalam kendaraan semakin meningkat ketika pelaku diduga mengambil foto korban tanpa izin. Merasa keberatan, korban meminta agar foto tersebut segera dihapus.
Peristiwa tersebut berlanjut setelah angkot berhenti di wilayah Cicurug, tepatnya di depan sebuah toko. Saat itu korban kembali meminta pelaku untuk menghapus foto yang telah diambilnya.
Namun bukannya menuruti permintaan korban, pelaku justru menunjukkan sikap agresif. Ia diduga mengeluarkan senjata tajam berupa kampak dari balik pakaiannya dan mulai mengamuk di lokasi yang saat itu mulai dipadati warga.
“Warga yang ada di sekitar membantu istri saya karena situasinya sudah mulai ramai. Tiba-tiba pria itu mengeluarkan senjata tajam berupa kampak,” kata Ikbal.
Aksi tersebut membuat situasi menjadi panik. Sejumlah warga yang berupaya menenangkan situasi justru menjadi sasaran ayunan senjata pelaku. Meski demikian, korban berhasil menghindari serangan tersebut.
“Sudah ada penyerangan, cuma istri saya menghindar. Ayunannya hampir kena orang-orang sekitar. Istri saya juga panik sampai tangannya sempat kejepit motor di jalan saat menghindar. Pelaku kemudian kabur ke gang kecil,” tambahnya.
Setelah kejadian tersebut, pelaku diketahui melarikan diri melalui gang kecil di sekitar lokasi kejadian sehingga hingga kini belum berhasil diamankan.
Insiden tersebut meninggalkan dampak psikologis bagi korban. Ikbal menyebut istrinya mengalami trauma dan syok akibat kejadian yang dialaminya di ruang publik tersebut.
“Istri saya trauma sampai nangis dan langsung telepon saya. Saya saat itu di Tangerang lalu pulang ke Sukabumi. Sampai sekarang masih trauma,” ungkapnya.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Penanganannya melibatkan dua wilayah hukum karena lokasi dugaan pelecehan dan peristiwa pengancaman terjadi di tempat yang berbeda.
Ikbal menjelaskan bahwa dugaan pelecehan terjadi di wilayah Parungkuda, sedangkan peristiwa pengancaman menggunakan senjata tajam terjadi di wilayah Cicurug.
“Sudah ditanggapi Polsek Cicurug dan Polsek Parungkuda. Karena pelecehannya terjadi di wilayah Parungkuda, sedangkan kejadian pengancamannya di Cicurug,” lanjutnya.
Pihak keluarga berharap pelaku segera ditemukan oleh aparat kepolisian agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari, terutama terhadap perempuan yang menggunakan transportasi umum.
“Harapannya pelaku bisa segera ditemukan supaya tidak terjadi lagi ke orang lain, apalagi kepada perempuan,” pungkasnya. []
Diyan Febriana Citra.

