Puting Beliung Terjang Cirebon, 242 Rumah Rusak

Puting Beliung Terjang Cirebon, 242 Rumah Rusak

Bagikan:

CIREBON – Bencana angin kencang yang diduga berupa puting beliung menerjang sejumlah permukiman warga di Kabupaten Cirebon, Rabu (11/03/2026) petang. Dua desa yang terdampak paling parah adalah Desa Muara di Kecamatan Suranenggala dan Desa Mertasinga di Kecamatan Gunung Jati. Akibat peristiwa tersebut, ratusan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (12/03/2026) pagi, kerusakan paling banyak terlihat pada bagian atap rumah. Banyak genteng serta rangka atap yang terlepas akibat terjangan angin kencang. Beberapa bagian atap bahkan ditemukan terpental cukup jauh dari bangunan rumah pemiliknya.

Di sejumlah titik permukiman, puing-puing bangunan tampak berserakan di halaman rumah maupun di jalan lingkungan. Warga bersama aparat desa dan relawan terlihat bergotong royong membersihkan material bangunan yang rusak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Selain merusak rumah, angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras juga menumbangkan beberapa pohon di sekitar permukiman. Sejumlah tiang lampu penerangan jalan umum dilaporkan turut mengalami kerusakan akibat kuatnya hembusan angin.

Rekaman video yang beredar dari warga memperlihatkan pusaran angin yang bergerak cepat di tengah permukiman. Dalam video tersebut terlihat atap rumah beterbangan, sementara sejumlah barang milik warga tersapu angin.

Situasi itu sempat membuat warga panik. Banyak warga berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di dalam rumah maupun mencari tempat yang dianggap lebih aman.

Salah seorang warga, Darmini, mengaku angin kencang datang secara tiba-tiba. Menurutnya, sebelum kejadian langit di wilayah tersebut mendadak berubah gelap dan hujan deras turun dengan cepat.

“Kencang sekali, Mas, semua langsung rusak. Atap terbang, saya takut dan langsung menyelamatkan diri di rumah,” kata Darmini saat ditemui di rumahnya pada Kamis (12/03/2026) pagi.

Meski kejadian berlangsung relatif singkat, dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Warga di kedua desa kini masih berupaya membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang rusak akibat angin puting beliung tersebut.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cirebon langsung menurunkan tim ke lokasi tidak lama setelah kejadian untuk melakukan pendataan serta penanganan awal.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eko Handi, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu petang, beberapa saat menjelang waktu berbuka puasa.

Berdasarkan pendataan sementara dari BPBD, angin kencang itu berdampak pada dua desa di dua kecamatan berbeda, yakni Desa Mertasinga di Kecamatan Gunung Jati serta Desa Muara di Kecamatan Suranenggala.

“Usai kejadian, tim BPBD langsung ke lokasi dan berdasarkan pendataan, ada sebanyak 242 rumah warga terdampak akibat bencana cuaca ekstrem tersebut,” kata Eko Handi dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Kamis pagi.

Data sementara juga menunjukkan bahwa sebanyak 498 kepala keluarga atau sekitar 1.455 jiwa terdampak akibat bencana tersebut. Kendati demikian, hingga laporan awal disampaikan, tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka yang dilaporkan.

Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang tersapu angin hingga terlepas dari bangunan. Selain itu, beberapa fasilitas umum di sekitar permukiman juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Saat ini pemerintah daerah bersama aparat desa dan warga masih melakukan proses pembersihan serta pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan secara keseluruhan. Upaya tersebut juga dilakukan guna menentukan langkah penanganan berikutnya bagi warga yang rumahnya terdampak bencana. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews