KEBUMEN – Kebakaran melanda bangunan Pondok Pesantren Raudlatul Abidin Wadda’wah Assidiqiyah yang berada di Dukuh Juru Tengah, Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Kamis (12/03/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.45 WIB tersebut menyebabkan sejumlah ruangan di lantai dua bangunan pesantren hangus terbakar.
Meski kobaran api sempat membesar dan melahap beberapa bagian bangunan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Para santri yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri dengan segera keluar dari bangunan saat api mulai membesar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran terjadi ketika sebagian besar santri sedang beristirahat. Api pertama kali diketahui oleh para penghuni yang merasakan hawa panas dari dalam bangunan.
Salah seorang santri, Manarul Huda (15), mengaku baru menyadari adanya kebakaran setelah terbangun dari tidurnya. Ia merasakan suhu panas yang tidak biasa sebelum akhirnya mengetahui bahwa api telah membesar di dalam bangunan.
“Pas bangun terasa panas. Ternyata api sudah besar banget,” kata Huda.
Saat itu ia melihat para santri lain sudah bergegas turun ke lantai satu untuk menghindari kobaran api. Menyadari situasi tersebut, ia segera meninggalkan kamar dan menyusul turun melalui tangga menuju lantai bawah.
Dalam kondisi panik, Huda mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang pribadinya yang berada di kamar. Ia hanya dapat keluar dari bangunan dengan pakaian yang dikenakannya saat itu.
“Tidak sempat bawa apa-apa, paling hanya baju dan celana ini yang dipakai,” ujarnya.
Pengasuh pondok pesantren, Shodiqih Eko Hariyanto, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran yang terjadi di kompleks pesantren tersebut. Namun ia memastikan seluruh santri dalam kondisi selamat.
Menurutnya, pada saat kejadian jumlah santri yang berada di pondok tidak banyak. Sebagian santri telah pulang ke rumah masing-masing karena masa libur.
“Sebagian santri sudah pada pulang. Tinggal ada sekitar 12 santri putra yang belum pulang karena menunggu libur MTs, namun semuanya selamat,” ungkapnya.
Beberapa santri dilaporkan mengalami luka ringan akibat insiden tersebut, namun mereka telah mendapatkan penanganan medis dari petugas kesehatan di puskesmas setempat.
Sementara itu, Kapolres Kebumen I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan bahwa pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas dari Polsek Puring kemudian berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran Kabupaten Kebumen untuk melakukan pemadaman api.
Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah api padam, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa bangunan pondok pesantren tersebut terdiri dari dua lantai. Lantai pertama hanya mengalami dampak terbatas, terutama pada ruang UKS yang diduga terbakar akibat material kayu dari bagian atap lantai dua yang jatuh.
Adapun ruang kelas di lantai pertama tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan akibat kebakaran.
Sebaliknya, lantai dua menjadi bagian yang paling parah terdampak. Api menghanguskan beberapa ruangan, antara lain ruang belajar, gudang, serta enam kamar santri.
Kamar-kamar tersebut diketahui dipisahkan dengan sekat sederhana yang terbuat dari bahan seperti triplek, bambu, plastik bekas, seng, serta baliho. Sebagian lantai di area tersebut juga menggunakan material kayu sehingga api cepat merambat.
“Petugas menemukan sejumlah barang elektronik yang terbakar, serta sambungan kabel listrik yang diduga tidak standar,” jelas Kapolres.
Berdasarkan temuan awal tersebut, polisi menduga kebakaran berkaitan dengan instalasi listrik yang berada di lantai dua bangunan. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait sumber api sekaligus menginventarisasi kerusakan bangunan yang terdampak kebakaran,” pungkasnya. []
Diyan Febriana Citra.

