Pura-pura Beli Karpet, Pria Gasak Tas Pemilik Toko di Bontang

Pura-pura Beli Karpet, Pria Gasak Tas Pemilik Toko di Bontang

Bagikan:

BONTANG – Seorang pemilik toko karpet di Jalan Sam Ratulangi, kawasan Rawa Indah, Kota Bontang, menjadi korban pencurian setelah tas miliknya dibawa kabur oleh seorang pria yang berpura-pura menjadi pembeli. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/03/2026) sekitar pukul 16.00 Wita saat korban hendak menutup tokonya.

Korban yang diketahui berinisial S (70) awalnya sedang bersiap menutup toko dengan mendorong rolling door hingga setengah tertutup. Namun situasi berubah ketika seorang pria yang datang menggunakan sepeda motor matic tanpa mengenakan helm tiba-tiba menghampiri dan menyatakan ingin membeli karpet.

Mendengar permintaan tersebut, korban kembali membuka tokonya untuk melayani calon pembeli itu. Tas yang sebelumnya dibawa kemudian diletakkan di atas meja yang posisinya tidak jauh dari pintu toko.

Pelaku kemudian menunjuk karpet berwarna hitam yang berada di bagian belakang toko. Tanpa curiga, korban segera mengambil barang yang dimaksud untuk diperlihatkan kepada pria tersebut.

Setelah itu, pelaku kembali menunjuk karpet lain yang berwarna merah. Saat korban sedang mengangkat karpet tersebut dan belum sempat berbalik, pelaku diduga langsung mengambil tas milik korban yang berada di atas meja lalu melarikan diri dari lokasi.

Korban baru menyadari tasnya hilang ketika tidak lagi melihat keberadaan pria tersebut di dalam toko. Ia kemudian mencari tas miliknya namun tidak menemukannya.

“Jadi begitu sadar orangnya tidak ada, kucari sudah tasku. Oh tidak ada, oh hilang sudah ini. Nah baru langsung sudah aku pergi ke sebelah di counter itu, bercerita,” kata S, sebagaimana diwartakan Bekesah, Minggu, (15/03/2026).

Tas yang dibawa kabur pelaku diketahui berisi sebuah telepon genggam merek Redmi 15, uang tunai sekitar Rp3 juta, serta satu kunci sepeda motor.

Setelah kejadian tersebut, korban mendatangi konter telepon seluler Davina Cell yang berada di sebelah tokonya untuk menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada salah satu karyawan.

Risharti (21), karyawati Davina Cell, membenarkan bahwa korban datang ke konternya tidak lama setelah kejadian. Ia mengaku tidak melihat langsung peristiwa tersebut karena posisi kerjanya tidak menghadap ke arah toko korban.

“kalau saya tidak sempat melihat, karena posisi saya tidak menghadap sana. Saya baru sadar pas ibu haji (S) kes ini cerita,” ujarnya.

Risharti juga menyebutkan bahwa kejadian pencurian tersebut bukan yang pertama kali dialami oleh korban. Menurutnya, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya dan sempat terekam kamera pengawas di sekitar lokasi.

Namun ia tidak dapat memastikan rekaman tersebut masih tersedia atau tidak karena akses terhadap rekaman kamera pengawas berada di tangan pemilik konter.

Pada malam harinya sekitar pukul 21.30 Wita, korban didampingi anaknya mendatangi Polsek Bontang Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan pencurian tersebut. Banit Reskrim Polsek Bontang Selatan Arfan mengatakan laporan korban kini sedang diproses oleh penyidik.

“Yang kemarin itu prosesnya sudah lidik, kami masih cari. Laporan ini sudah kami terima dan kami sudah minta keterangan dan mengambil data-data dari pelapor,” ujarnya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta mengumpulkan informasi tambahan terkait kejadian tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal