Mayat Pria Ditemukan Nyungsep di Toilet BUMDes Sukabumi

Mayat Pria Ditemukan Nyungsep di Toilet BUMDes Sukabumi

Bagikan:

SUKABUMI – Warga Kampung Bantarbadak RT 05 RW 04, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam bak toilet area ternak ikan lele milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Minggu (15/03/2026) malam. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga setelah sebelumnya terdengar suara gaduh dari lokasi tersebut.

Ketua RW 05 setempat, Solah, menuturkan kejadian bermula saat dirinya selesai melaksanakan salat tarawih dan menerima laporan dari warga mengenai suara mencurigakan dari lokasi budidaya ikan lele yang dikelola BUMDes.

“Ini pas lagi saya beres salat kan ya, ketua RT lapor, pak di lokasi itu katanya ada suara lah, suara apa, kayak orang ngamuk gitu,” kata Solah kepada wartawan, sebagaimana diberitakan Tribun Jabar, Minggu (15/03/2026).

Mendapat laporan tersebut, Solah bersama sejumlah warga segera menuju lokasi untuk memeriksa situasi. Saat tiba di tempat kejadian perkara, mereka mendapati kondisi bangunan sudah rusak, termasuk pintu yang tampak jebol.

“Saya langsung ke TKP terus masuk ke dalam ternyata pintu udah pada rusak. Langsung masuk ke dalam pas ke kamar mandi ya itu sama pak RT sama yang pengelola BUMDes ini ya, ternyata ada mayat di dalam bak,” ungkap Solah.

Menurut Solah, sebelum mayat ditemukan, warga sempat mendengar suara keras seperti seseorang yang memukul-mukul seng dan pintu di area tersebut.

“Ya kayak ngamuk aja, mukul-mukul seng pertamanya kan. Terus langsung katanya ke daun pintu ini, daun pintu ini kan dua-duanya pada-pada jebol,” ujarnya.

Ia juga menceritakan bahwa saat warga mencoba mengecek sumber suara tersebut, mereka sempat mengira ada seseorang yang melarikan diri ke bagian atas bangunan.

“Pas masuk ke sini ya dikiraiin lah katanya apa, kata Kang Ipang tuh ‘Pak lari ke atas’ katanya. Saya langsung ke sana kan ternyata nggak ada, pas masuk ke dalam ya udah ada sosok mayat ini,” kata Solah.

Ketika ditemukan, kondisi korban dalam posisi telungkup dengan kepala berada di dalam bak toilet, sementara bagian kaki berada di atas. Hingga saat ini, warga setempat belum mengenali identitas pria tersebut.

“Belum sih belum, karena posisi kondisinya kan kepalanya masih di dalam ya di bawah ya, kaki di atas gitu,” ucap Solah.

Penemuan tersebut membuat warga sekitar panik sekaligus penasaran, karena wajah korban belum sempat terlihat jelas sebelum petugas mengevakuasi jasadnya.

“Wah kaget, bukan kaget lagi. Ini yang penasaran ini kan mukanya belum kelihatan ya, belum kelihatan ya. Jadi orang-orang mana gitu, yang dikhawatirkan mudah-mudahan aja bukan wilayah saya gitu ya. RW 3 RW 4 gitu masih penasaran, tapi alhamdulillah sih warga udah steril gitu nggak terlalu dekat ke lokasi lah,” tutur Solah.

Sementara itu, Kapolsek Cibadak, Idji Djubaedi, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Memang kondisinya sudah tersungkur ya di dalam bak. Kemudian kita bawa ke rumah sakit sekarang, dan sekarang kondisi mayatnya sudah berada di ruang mayat Rumah Sakit Sekarwangi,” kata Idji.

Polisi juga menemukan uang sekitar Rp200 ribu di sekitar tubuh korban. Namun, identitas pria tersebut belum diketahui karena tidak ditemukan kartu identitas pada pakaian korban.

“Untuk sementara yang saya lihat belum ada (luka) ya, cuma untuk memastikan mungkin nanti kita laksanakan visum dokter. Informasi yang kita cari berdasarkan pemeriksaan sementara itu dari bajunya juga tidak ditemukan (identitas), cuma hanya ada uang kurang lebih di 200 ribu lebih, seperti itu,” ujar Idji.

Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Polsek Cibadak agar proses identifikasi dapat dipercepat.

“Saya juga mengimbau kepada keluarga yang merasa kehilangan ataupun mungkin sudah beberapa hari tidak bertemu, nanti bisa dilihat raut muka ya mungkin ya.”

“Mudah-mudahan kita juga berharap secepatnya, secepatnya untuk bisa diketemukan keluarganya sehingga kita bisa memastikan perlu dan tidak dilakukan otopsi,” imbuh Idji.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari tim dokter untuk memastikan penyebab kematian korban. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa