Banjir Terjang Desa Lakea II, 400 KK Terdampak

Banjir Terjang Desa Lakea II, 400 KK Terdampak

Bagikan:

BUOL – Ratusan rumah warga di Desa Lakea II, Kecamatan Lakea, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (15/03/2026) malam. Banjir yang dipicu meluapnya aliran air dari kawasan pegunungan di selatan desa itu berdampak pada sekitar 400 kepala keluarga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dan mengalir ke kawasan permukiman warga di beberapa dusun.

“Hujan yang berlangsung cukup lama mengakibatkan debit air dari kawasan pegunungan di sisi selatan Desa Lakea II meluap dan menggenangi pemukiman warga di Dusun 1, 2, dan 3,” ujarnya kepada wartawan, sebagaimana diberitakan Berita Satu, Senin, (16/03/2026).

Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian sekitar lutut orang dewasa dan merendam ratusan rumah warga. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat, terutama di tiga dusun yang menjadi wilayah terdampak paling parah.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian banjir tersebut. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah warga yang harus mengungsi sementara dari rumah mereka.

“Korban jiwa nihil. Saat ini tim reaksi cepat (TRC) sedang melakukan pendataan mendalam terkait jumlah warga yang harus mengungsi sementara,” jelas Asbudianto.

Selain melakukan pendataan, tim BPBD bersama aparat setempat juga memantau kondisi lingkungan pascabanjir untuk memastikan keamanan warga yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.

Asbudianto menambahkan bahwa salah satu langkah penanganan jangka pendek yang dibutuhkan saat ini adalah pembangunan saluran drainase di kawasan yang kerap dilanda banjir, khususnya di daerah kaki gunung.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah pembuatan drainase di kawasan terdampak banjir, terutama di pinggiran gunung untuk mengalihkan debit air agar tidak langsung menuju pemukiman,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca mulai membaik dan air yang sempat menggenangi permukiman warga secara perlahan mulai surut.

“Hujan sudah reda, genangan air di pemukiman warga mulai surut,” tutupnya. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa