Kebakaran Hanguskan Warung di Pantai Jepara, Kerugian Ratusan Juta

Kebakaran Hanguskan Warung di Pantai Jepara, Kerugian Ratusan Juta

Bagikan:

JEPARA – Kebakaran yang melanda kawasan wisata Pantai Pelayaran, Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (16/03/2026) malam, menyebabkan sedikitnya empat warung hangus terbakar dan menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebagian besar bangunan yang terdampak tidak dapat diselamatkan.

Insiden terjadi sekitar pukul 22.30 di area RT 2/RW 6 yang dikenal sebagai deretan warung kuliner di pesisir pantai. Api dengan cepat membesar lantaran sebagian besar bangunan terbuat dari kayu dan berdiri berdempetan, sehingga memudahkan kobaran api merambat ke bangunan lain.

Salah satu saksi mata sekaligus pedagang setempat, Rizki Putra Ardian (19), mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian belakang salah satu warung yang diketahui sebagai Kedai Seafood Jeparadise.

“Sekitar jam 22.30 malam. Tiba-tiba terlihat api dari belakang warung. Awalnya kecil, tapi cepat membesar,” ujarnya.

Menurut Rizki, saat kejadian sebagian besar warung telah tutup sehingga kondisi kawasan relatif sepi. Ia yang masih berjualan menjadi salah satu orang pertama yang mengetahui munculnya api dan segera mencari bantuan.

“Kalau tidak ada yang tahu (kebakaran, red) bisa habis semua. Saat saya melihat api, saya langsung mencari bantuan,” ucapnya sebagaimana dilansir Mediaindonesia, Selasa, (17/03/2026).

Ia juga mengungkapkan sebelum kebakaran terjadi sempat melihat lampu di sekitar lokasi berkedip-kedip, meski belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan sumber api.

Upaya pemadaman dilakukan setelah laporan diterima sekitar pukul 23.21. Petugas dari unit pemadam kebakaran menerjunkan dua armada yang berasal dari markas komando (Mako) Jepara dan Pos Pemadam Kalinyamatan. Proses pemadaman berlangsung cukup intensif mengingat api cepat membesar dan mengancam bangunan lain di sekitarnya.

Selain mengandalkan pasokan air dari mobil pemadam, petugas juga memanfaatkan air laut karena jarak lokasi kebakaran dengan bibir pantai hanya sekitar 30 meter. Langkah ini membantu mempercepat pengendalian api agar tidak meluas ke area lain.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 01.00. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan hingga sekitar pukul 01.30 untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha di kawasan wisata pantai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan mudah terbakar. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa