PASURUAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan bergerak cepat menangani dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di kawasan Puncak Prigen usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (17/03/2026) petang. Penanganan darurat dilakukan untuk mencegah meluasnya kerusakan serta memastikan keselamatan warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak serta melakukan pembersihan sisa material banjir di lingkungan permukiman.
“Untuk jalan kampung yang longsor sudah ditutup terpal agar longsor tidak semakin melebar,” kata Sugeng.
Bencana ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan aliran air dari kawasan perbukitan meluap dan mengalir deras ke jalan kampung. Air bercampur lumpur tersebut bahkan sempat merusak sejumlah akses jalan warga dan memicu kepanikan.
Salah satu warga Prigen, Hadi Sucipto, mengungkapkan derasnya aliran air terjadi secara tiba-tiba saat hujan mengguyur wilayah tersebut. “Kemarin, Selasa (17/03/2026) sore itu hujannya memang lebat. Jadi air dari wilayah atas (bukit) mengalir deras melalui jalan kampung ini, warga sempat panik juga,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas, Rabu (18/03/2026).
Selain faktor cuaca, Hadi yang juga aktivis lingkungan dari Gama Duta menilai kondisi lingkungan turut memperparah dampak banjir. Ia menyoroti perubahan tata guna lahan di kawasan tersebut.
“Apalagi ada rencana proyek real estate di akan dibangun di wilayah hutan alami yang berada tepat di kawasan perkampungan.”
“Bisa-bisa banjir atau tanah longsor rawan terjadi kapan saja saat hujan deras,” kata dia.
Menurutnya, frekuensi kejadian banjir meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring berkurangnya fungsi kawasan hutan sebagai daerah resapan air.
“Kalau beberapa tahun lalu, meski hujan deras jarang banjir, tapi sekarang intensitas lebih sering terjadi,” tandas dia.
BPBD Pasuruan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah lereng dan aliran air. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dinilai penting guna mengurangi risiko bencana susulan. []
Redaksi05

