SIMALUNGUN – Tiga warga asal Provinsi Riau tewas di tempat setelah mobil minibus yang mereka tumpangi ditabrak truk yang mundur di jalan menanjak, Selasa (24/03/2026) siang. Kecelakaan terjadi di jalur alternatif KM 06-07 Simpang Palang–Simpang Sitahoan, Dusun Talun Sungkit, Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Peristiwa bermula saat truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi BK 9283 CE yang dikemudikan AL (49) melaju dari arah Simpang Palang menuju Simpang Sitahoan. Saat melintasi tanjakan, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan bergerak mundur hingga menghantam mobil Toyota Kijang Super BM 1796 UL yang berada tepat di belakangnya.
Kepala Unit (Kanit) Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Simalungun Yancen Hutabarat menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi menguatkan dugaan tersebut. “Pada saat jalan tanjakan sopir tidak bisa mengendalikan dan mundur ke belakang kemudian menabrak mobil yang berada tepat di belakangnya dari arah yang sama, yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, sebagaimana diberitakan Kompas pada Selasa, (24/03/2026).
Akibat benturan itu, pengemudi minibus berinisial S (61) bersama dua penumpang, J (16) dan YP (16), meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara tiga penumpang lain, yakni S (65), W (54), dan FM (12), mengalami luka ringan. Sopir truk dilaporkan selamat tanpa luka.
Petugas mengevakuasi korban meninggal ke instalasi jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar. Salah satu korban luka, W (54), sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Tiga Dolok sebelum dirujuk ke RS Vita Insani Pematangsiantar.
Polisi juga telah melakukan dokumentasi TKP serta mengamankan barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pengamatan awal, kondisi jalan di lokasi kejadian berupa jalur dua arah dengan lebar sekitar 7 meter, beraspal hotmix, berada di area perladangan, serta memiliki kontur menanjak dan berbelok dengan arus lalu lintas sedang.
Di sisi lain, keluarga korban mengungkapkan perjalanan rombongan tersebut merupakan bagian dari rencana liburan ke kawasan Danau Toba, Parapat. Mereka sebelumnya singgah di beberapa lokasi keluarga sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur alternatif yang digunakan untuk mengurai kepadatan menuju kawasan wisata.
Salah satu anggota keluarga, Aminullah (45), menyampaikan harapannya agar penanganan kasus dilakukan secara serius. “Dapat informasi tadi mertua saya dibawa ke rumah sakit. Sementara kami tidak diperbolehkan melihat jasad yang terjepit dalam mobil. Jadi saya langsung ke mari,” ujarnya. Ia juga menegaskan, “Bagi kami keluarga, sebagai pihak yang merugikan itu harus bertanggung jawab sebagaimana mestinya.”
Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan aparat kepolisian guna memastikan penyebab pasti serta menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menelan korban jiwa tersebut. []
Redaksi05

