BALIKPAPAN – Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Karang Jati RT 18, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah, Selasa (24/03/2026) sore, menyebabkan empat rumah terdampak dan sedikitnya 25 jiwa harus menghadapi dampak langsung, termasuk satu warga yang mengalami luka bakar.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.55 Wita dan baru dapat dikendalikan hampir satu jam kemudian. Api berhasil dipadamkan pukul 17.58 Wita, dilanjutkan proses pendinginan hingga dinyatakan aman pada pukul 18.25 Wita. Dampak kebakaran tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memaksa sejumlah warga kehilangan tempat tinggal sementara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali, menjelaskan kondisi permukiman yang padat menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
“Kebakaran terjadi di salah satu rumah warga di wilayah Karang Jati yang cukup padat penduduk, rumah-rumahnya sangat rapat sehingga penanganannya membutuhkan upaya lebih,” ujar Usman Ali di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, api sempat membesar sebelum akhirnya dapat dikendalikan dalam waktu sekitar 40 menit oleh petugas gabungan. Dalam penanganan tersebut, BPBD Balikpapan mengerahkan enam unit armada dari berbagai pos sektor, dengan dukungan unsur pemerintah kota, kepolisian, Brimob, serta bantuan pemadaman dari jalur laut.
Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) 18 Karang Jati, Hadiwiono, mengaku menerima laporan kebakaran saat sedang mengikuti rapat. Ia langsung menuju lokasi setelah dihubungi warga.
“Begitu datang api sudah berada di atas,” ujar Hadiwiono.
Ia menduga sumber api berasal dari bangunan yang difungsikan sebagai usaha laundry di kawasan tersebut.
“Api berasal dari luar, dari loteng luar bangunan laundry di lantai dua,” katanya.
Kondisi saat kejadian memperburuk situasi karena sebagian penghuni tidak berada di rumah. Bahkan, salah satu kepala keluarga dilaporkan sedang tertidur di lantai atas, sementara dua kepala keluarga lainnya berada di rumah sakit menjaga anggota keluarga yang sakit.
Data sementara mencatat satu rumah mengalami kerusakan berat dan tiga lainnya rusak ringan. Rumah dengan kerusakan berat dihuni tiga kepala keluarga dengan total 13 jiwa. Sementara rumah lainnya dihuni total enam kepala keluarga dengan jumlah penghuni bervariasi.
Salah seorang warga, Erna, mengaku mengetahui kebakaran saat sedang beribadah di rumah.
“Taunya dari ada yang bilang, ‘Ayo, Uti keluar dari rumah. Uti, kebakaran,’” ujar Erna.
Ia menambahkan bahwa dirinya segera keluar rumah setelah diberi tahu oleh anaknya.
“Saya tidak sempat lihat jam karena sedang salat. Anak saya bilang rumah depan kebakaran, jadi langsung keluar,” katanya.
Selain kerusakan bangunan, BPBD Balikpapan juga mencatat satu warga mengalami luka bakar sekitar 20 persen di bagian lengan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Usman Ali menyebut lokasi kebakaran berada di kawasan strategis yang termasuk ring I wilayah industri, sehingga koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam proses penanganan. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan petugas terus melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak, sebagaimana dilansir Nomorsatukaltim, Selasa, (24/03/2026). []
Redaksi05

