Ledakan Bahan Bakar Picu Kebakaran Kapal, 1 ABK Kritis

Ledakan Bahan Bakar Picu Kebakaran Kapal, 1 ABK Kritis

Bagikan:

BITUNG – Respons cepat tim gabungan berhasil menyelamatkan lima anak buah kapal (ABK) korban kecelakaan laut akibat kebakaran dan ledakan bahan bakar di perairan Pulau Dua, Maluku Utara, dengan satu korban dalam kondisi kritis dan segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan intensif, Kamis (26/03/2026).

Operasi evakuasi melibatkan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Tim bergerak cepat setelah menerima laporan darurat yang disiarkan langsung melalui media sosial oleh para ABK dari lokasi kejadian.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulut Bayuaji Yudha Prajas menjelaskan awal mula informasi yang memicu operasi penyelamatan tersebut. “Kami awalnya mendapat informasi dari siaran langsung Facebook ABK di perairan Maluku Utara, tepatnya di Pulau Dua. Mereka meminta pertolongan karena terjadi kecelakaan kebakaran akibat ledakan di kapal,” ujarnya di Pelabuhan Bitung, sebagaimana dilansir Beritasatu, Jumat (27/03/2026).

Lokasi kejadian yang berjarak sekitar 75 nautical miles dari Bitung membuat proses evakuasi harus dilakukan secara terkoordinasi. Saat insiden terjadi, kapal korban masih berusaha bergerak menuju Manado dengan kecepatan sekitar 4–5 knot, namun estimasi waktu tempuh yang mencapai 10 hingga 11 jam dinilai berisiko bagi keselamatan korban.

“Kami Bersama TNI AL, dan Basarnas masing-masing mengerahkan armada untuk menjemput agar evakuasi lebih cepat. Akhirnya, kami bertemu di tengah laut,” jelas Bayuaji.

Dalam proses penyelamatan tersebut, satu korban dengan luka bakar lebih dari 90 persen menjadi prioritas utama untuk dievakuasi menggunakan armada Ditpolairud dan Basarnas agar segera mendapatkan penanganan medis. “Satu korban dengan luka bakar di atas 90% dievakuasi menggunakan kapal Polairud dan Basarnas agar segera mendapat penanganan. Empat korban lainnya dibawa oleh KRI milik TNI Angkatan Laut,” tambahnya.

Korban luka berat telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, sementara empat korban lainnya dievakuasi menggunakan kapal TNI AL menuju pangkalan di Bitung untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Manado George Mercy Randang menegaskan keberhasilan evakuasi tidak lepas dari koordinasi lintas instansi. “Ini berkat sinergi bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Bahkan ada atensi langsung dari Pak Gubernur untuk memastikan proses ini berjalan cepat,” katanya.

“Empat korban lainnya dalam perjalanan menuju pangkalan TNI AL di Bitung. Meskipun mereka masih bisa beraktivitas, mereka harus secepatnya mendapatkan penanganan medis setibanya di darat,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga dipicu oleh ledakan bahan bakar yang disimpan dalam jeriken di atas kapal. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan, sementara fokus utama penanganan diarahkan pada keselamatan korban dan evaluasi prosedur keselamatan pelayaran di wilayah tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Laka