JAYAPURA – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kab Jayapura, Papua, setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat mengguyur sejak Kamis (26/03/2026) malam hingga Jumat (27/03/2026) pagi. Dampaknya, akses jalan di beberapa titik terganggu, bahkan sebagian ruas hanya bisa dilalui satu arah akibat tertutup material lumpur dan batu.
Sejumlah kawasan terdampak banjir tersebar dari Distrik Sentani hingga Sentani Timur, meliputi ruas Jalan Kemiri, depan Yonif 751, Jalan Hawai, hingga Jalan Kampung Harapan. Di Kampung Harapan, banjir membawa material tanah dan batu yang menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas terpaksa dibatasi.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di jalan ring road yang menghubungkan Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan. Material longsor menutup akses jalan dan menghambat mobilitas warga di kawasan tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut di sejumlah wilayah Papua, termasuk Kota Jayapura, Kab Jayapura, Sarmi, Biak Numfor, hingga Mamberamo Raya.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi sehingga kami mengimbau kepada masyarakat dan instansi terkait untuk waspada cuaca ekstrem serta angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya,” kata Yustus Rumakiek, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (27/03/2026).
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah dengan topografi curam atau rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, termasuk saat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Selain itu, potensi bahaya lain seperti pohon tumbang dan benda roboh akibat angin kencang juga perlu diantisipasi.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi terkait korban jiwa. Namun, kondisi cuaca yang masih berpotensi memburuk membuat warga diminta tetap siaga dan mengikuti perkembangan informasi dari otoritas terkait guna meminimalkan risiko bencana lanjutan. []
Redaksi05

