Bocah Hilang di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

Bocah Hilang di Sungai Mahakam Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

Bagikan:

TENGGARONG – Operasi pencarian terhadap seorang bocah laki-laki yang dilaporkan hilang di perairan Sungai Mahakam, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), resmi dihentikan setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (30/03/2026) malam.

Korban ditemukan sekitar pukul 20.25 WITA oleh keluarga bersama warga yang melakukan penyisiran mandiri di aliran sungai. Jasad korban ditemukan mengapung sekitar satu kilometer ke arah hilir dari lokasi awal dilaporkan hilang, diduga terbawa arus sungai yang sedang surut.

Relawan Anggana Meri menjelaskan, setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh warga dan tim di lokasi untuk dibawa ke rumah duka.

“Berdasarkan pemeriksaan kami saat jasad korban ditemukan ada bekas luka gigitan yang diduga buaya pada bagian banda korban,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Berita Kaltim, Selasa, (31/03/2026).

Temuan luka pada tubuh korban memunculkan dugaan adanya serangan satwa liar sebelum korban hanyut terbawa arus. Namun demikian, kepastian penyebab luka masih menunggu hasil identifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Seiring ditemukannya korban, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan bersama relawan langsung menggelar briefing pada pukul 21.00 WITA. Dalam pertemuan tersebut diputuskan bahwa operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat mengingat kondisi Sungai Mahakam yang memiliki arus dinamis serta potensi keberadaan satwa liar di sejumlah titik.

“Kami minta warga selalu waspada khususnya kepada anak-anak mengenai bahaya bermain di pinggir sungai tanpa pengawasan sangatlah penting, mengingat kondisi alam yang sulit diprediksi,” tutupnya.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar perairan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa