BEIRUT – Serangan udara Israel kembali mengguncang ibu kota Lebanon pada Sabtu (04/04/2026), ketika sejumlah titik di kawasan selatan Beirut menjadi sasaran pemboman yang disebut menargetkan infrastruktur Hizbullah. Rentetan ledakan keras memicu kepanikan warga, sementara jumlah korban dan pengungsi akibat konflik yang terus meluas terus bertambah.
Asap tebal terlihat membumbung tinggi dari kawasan Dahiyeh, Beirut selatan, setelah pesawat tempur Israel melancarkan serangan berulang. Ledakan terdengar hingga ke berbagai penjuru kota, menandai meningkatnya intensitas konflik yang telah berlangsung sejak awal Maret.
Dalam pernyataannya yang dikutip TRT World, Sabtu, (04/04/2026), militer Israel menyebut serangan tersebut menargetkan “infrastruktur Hizbullah” di Beirut.
Selain serangan di ibu kota, laporan media Lebanon juga menyebut serangan drone menghantam area pelabuhan di Kota Tyre, Lebanon selatan, yang menyebabkan satu orang tewas. Sebelumnya, dua jembatan di Sungai Litani yang menghubungkan wilayah Sohmor dan Machghara di Bekaa Barat juga dilaporkan hancur akibat serangan udara.
Konflik yang terus berlangsung telah memperparah situasi kemanusiaan. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas sejak awal Maret mencapai 1.368 orang, sementara 4.138 lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah Lebanon juga mencatat jumlah warga yang mengungsi telah melampaui 1,16 juta orang, sebagaimana dilansir TRT World, Sabtu, (04/04/2026).
Pemerintah Lebanon menyatakan kondisi di sejumlah wilayah, terutama selatan negara itu dan pinggiran Beirut, semakin mengkhawatirkan akibat serangan yang terus berulang. Warga sipil diminta menjauhi area rawan serangan dan mengikuti arahan otoritas setempat demi keselamatan. []
Redaksi05

