JAKARTA – Perkara kematian Kepala Cabang (Kacab) bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mohammad Ilham Pradipta, memasuki babak baru dengan digelarnya sidang perdana terhadap tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (06/04/2026). Sidang beragenda pembacaan dakwaan itu dijadwalkan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di Cakung, Jakarta Timur.
Fokus persidangan kali ini mengarah pada dugaan keterlibatan tiga prajurit TNI dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam kasus penculikan dan kematian korban yang sempat menggemparkan publik. Oditur Militer Jakarta, Wasinton Marpaung, memastikan agenda awal persidangan adalah pembacaan dakwaan.
“Untuk sidang perdana Kacab BRI hari Senin tanggal 6 April 2026, agendanya dakwaan,” ungkap Wasinton Marpaung saat dikonfirmasi, Senin (06/04/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (06/04/2026).
Kasus ini bermula dari penculikan Ilham di area parkir sebuah supermarket di wilayah Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (20/08/2025) sore. Sehari kemudian, korban ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/08/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat, mata tertutup lakban, serta terdapat luka lebam di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus ini diduga berkaitan dengan rencana pemindahan dana dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah disiapkan pelaku. Nilai dana yang menjadi sasaran disebut mencapai Rp455 miliar.
Secara keseluruhan, sebanyak 18 orang diduga terlibat dalam perkara ini, terdiri atas 15 warga sipil dan tiga prajurit TNI. Belasan terdakwa dari unsur sipil diketahui telah lebih dahulu menjalani proses persidangan di pengadilan umum, sementara sidang militer untuk tiga prajurit kini memasuki tahap awal.
Persidangan ini diharapkan dapat mengungkap secara terang peran masing-masing terdakwa, termasuk dugaan keterlibatan dalam skenario penculikan yang berujung pada kematian korban. Publik menaruh perhatian besar terhadap proses hukum yang berjalan, mengingat besarnya nilai dana yang diduga menjadi motif utama kejahatan tersebut. []
Redaksi05

