TEHERAN – Kepala organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps / IRGC) Iran, Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Senin (06/04/2026). Kematian pejabat intelijen senior tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam eskalasi konflik yang terus memanas antara Iran dan kedua negara tersebut.
Pernyataan resmi mengenai kematian Khademi disampaikan IRGC pada Senin (06/04/2026) pagi. “Kepala organisasi intelijen IRGC, Majid Khademi, meninggal pagi ini akibat serangan Amerika-Zionis selama perang ketiga yang dipaksakan,” kata IRGC, sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (06/04/2026), mengutip kantor berita Fars.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan lintas wilayah yang disebut sebagai bagian dari fase baru konflik bersenjata. Namun, hingga kini belum dirinci lokasi pasti serangan maupun metode serangan yang menyebabkan tewasnya pejabat intelijen tersebut.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menilai kematian Khademi sebagai dampak dari apa yang disebutnya kegagalan AS dan Israel di medan perang. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa kehilangan salah satu pejabat senior tidak akan melemahkan kekuatan militer negaranya.
“Pembunuhan dan kejahatan tidak dapat menggoyahkan cita-cita tanpa pamrih,” ujar Khamenei.
Ia juga menyatakan bahwa AS dan Israel telah “mengalami serangkaian kekalahan dalam perang yang dipaksakan kepada bangsa Iran, dan telah gagal menjalankan rencana jahat mereka.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap resmi Teheran yang menegaskan keberlanjutan respons militer dan politik di tengah konflik yang masih berlangsung. Gugurnya Khademi diperkirakan akan menjadi perhatian utama dalam dinamika keamanan kawasan, mengingat posisinya yang strategis dalam struktur intelijen IRGC.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak AS maupun Israel terkait pernyataan Iran mengenai serangan tersebut. Situasi di kawasan Timur Tengah pun diperkirakan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi menyusul perkembangan terbaru ini. []
Redaksi05

