JAKARTA UTARA – Seorang pria berinisial DS (28) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Waduk Cincin, Jakarta Utara, Rabu (08/04/2026) pagi. Korban sebelumnya dilaporkan melompat ke waduk pada Selasa (07/04/2026) sore saat diduga dikejar warga, sebelum akhirnya tidak muncul kembali ke permukaan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan keterangan tim pencarian dan pertolongan, warga sempat melihat korban berenang menjauh hingga sekitar 25 meter dari bibir waduk.
“Kalau untuk info terakhir itu katanya sih dikejar dari warga. Untuk penyebabnya kita kurang tahu,” jelas Rifan di lokasi pada Rabu (08/04/2026).
Ketua Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Search and Rescue (SAR) Jakarta, Rifan, mengatakan pihaknya belum mengetahui alasan korban dikejar warga. Saat korban berada di tengah waduk, warga sempat memanggilnya, namun tidak ada respons.
“Ketika dipanggil si korban itu tidak kembali ke daratan, tidak menyahut dan langsung tenggelam,” jelasnya.
Laporan mengenai orang tenggelam diterima petugas sekitar pukul 21.10 WIB. Tim gabungan kemudian langsung bergerak melakukan pencarian di lokasi dengan menyisir area permukaan dan titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.
Setelah pencarian berlangsung semalaman, korban akhirnya ditemukan pada Rabu (08/04/2026) sekitar pukul 09.25 WIB dalam kondisi tidak bernyawa. Posisi jasad ditemukan mengambang sekitar lima meter dari titik awal korban tenggelam.
“Korban kita temukan mengambang, ya di mana untuk posisi penemuan itu 5 meter dari posisi si korban itu tenggelam,” ungkap Rifan.
Proses pencarian dan evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Petugas menghadapi kendala di lapangan karena kondisi dasar waduk yang dipenuhi sampah dan lumpur tebal.
“Kesulitannya mungkin di area bawah, karena kebanyakan sampah dan lumpur,” kata dia.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan di area perairan terbuka, terutama saat terjadi situasi darurat yang memicu tindakan spontan. Informasi awal kejadian ini sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu, (08/04/2026). []
Redaks05

