Banjir 1 Meter Rendam Ratusan Rumah di Dayeuhkolot, Aktivitas Warga Lumpuh

Banjir 1 Meter Rendam Ratusan Rumah di Dayeuhkolot, Aktivitas Warga Lumpuh

Bagikan:

BANDUNG – Ratusan rumah warga di Kecamatan Dayeuhkolot kembali terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Bandung Raya sejak Jumat (10/04/2026) petang. Hingga Sabtu (11/04/2026) siang, genangan air dilaporkan belum surut dan aktivitas warga terganggu.

Banjir yang merendam permukiman di Kampung Bojongasih diduga dipicu kombinasi limpasan air dari wilayah Kota Bandung dan meluapnya Sungai Citarum yang berada di belakang kawasan permukiman.

“Air mulai naik dari Maghrib kemarin. Sepertinya kiriman hujan dari Kota Bandung bermuara ke sini, ditambah luapan Sungai Citarum di bagian belakang (permukiman). Sampai sekarang belum surut juga,” ujar warga Kampung Bojongasih, Yogi Gustira, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, (11/04/2026).

Kondisi banjir ini membuat aktivitas warga lumpuh, termasuk pekerjaan dan mobilitas sehari-hari. Yogi mengaku pekerjaannya di kawasan Mohammad Toha ikut terdampak karena harus terus memantau kondisi keluarga di rumah.

“Kerja jadi terhambat. Di kantor juga tidak tenang karena keluarga terus memberikan laporan kondisi banjir. Rasa khawatir itu pasti ada,” kata dia.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Tarya Gumiwang, yang harus memindahkan barang-barang rumah tangga dari lantai satu ke lantai dua setiap kali banjir datang. Proses evakuasi barang, kata dia, bisa memakan waktu berjam-jam.

“Itu makan waktu, memang air datang enggak sekaligus, pelan-pelan, kaya ngasih waktu kita buat beres-beres dulu, tapi makan waktu. Akhirnya aktivitas kita kerja keganggu, kurang istirahat,” ujarnya.

Selain perabot rumah, kendaraan pribadi juga harus segera dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

“Kalau enggak gitu, rusak nanti motor kerendem,” kata dia.

Warga menilai banjir di Dayeuhkolot merupakan persoalan lama yang terus berulang selama puluhan tahun. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen untuk mencegah kejadian serupa terus berulang.

“Keinginan warga hanya satu, bagaimana caranya banjir ini bisa dicegah. Kami butuh langkah nyata dari pemerintah yang langsung direalisasikan, karena masalah banjir di sini sudah berlangsung sangat lama,” ujar Yogi.

Hingga berita ini ditulis, sebagian warga masih bertahan di rumah sambil memantau ketinggian air, sementara sejumlah lansia dan anak-anak mulai dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa