Israel Setujui Operasi Lanjutan di Lebanon dan Iran

Israel Setujui Operasi Lanjutan di Lebanon dan Iran

Bagikan:

YERUSALEM – Militer Israel menyatakan telah menyetujui rencana lanjutan operasi di Lebanon dan Iran, menandai potensi eskalasi baru di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Panglima Militer Israel, Eyal Zamir, di tengah meningkatnya ketegangan pascaserangan bersama Amerika Serikat terhadap target di Iran dan operasi yang terus berlangsung di wilayah selatan Lebanon.

Menurut Zamir, keputusan itu diambil setelah evaluasi situasi keamanan dan perkembangan ancaman yang dinilai masih tinggi, terutama terkait isu nuklir Iran dan stabilitas di Selat Hormuz.

“Menyerang dengan keras, melucuti kemampuan pertahanan mereka, dan melemahkan mereka,” kata Zamir, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (16/04/2026).

Ia menegaskan Israel tidak akan memberi ruang bagi Iran untuk memperoleh keuntungan strategis, khususnya dalam isu nuklir maupun jalur pelayaran internasional.

“Sekarang kita tidak boleh membiarkan mereka meraih pencapaian apa pun terkait isu nuklir, di Hormuz, maupun dalam hal-hal lain yang sedang dibahas. Kami tahu cara membuat mereka kewalahan dengan serangan kuat yang segera,” lanjutnya.

Di front Lebanon, Zamir menyebut operasi militer Israel di wilayah selatan masih terus berlanjut dengan fokus pada area yang dianggap menjadi sumber ancaman terhadap permukiman di wilayah utara Israel.

“Kami merebut dan membersihkan area-area kunci serta menghilangkan ancaman dari permukiman di wilayah utara,” tandasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Israel masih menempatkan Lebanon dan Iran sebagai dua titik utama operasi militernya. Penguatan operasi ini juga disebut sebagai bagian dari upaya menekan kelompok Hezbollah dan membatasi pengaruh Iran di kawasan.

Situasi ini berpotensi meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama di tengah laporan mengenai kemungkinan pembahasan gencatan senjata baru. Namun, hingga kini, pihak militer Israel menegaskan kesiapan untuk melanjutkan serangan kapan pun diperlukan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang