Sebanyak 18 kandidat tersisa setelah seleksi administrasi dan akan mengikuti uji kelayakan untuk menentukan Ketua DPC PKB di seluruh Kaltim.
SAMARINDA – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai melakukan penataan struktur organisasi melalui Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar di Balikpapan, Kamis (16/04/2026). Agenda ini sekaligus menjadi pintu awal penjaringan calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Ketua Tim Penataan Struktur DPC PKB Kaltim, Michael Adams, menjelaskan bahwa Muscab menghasilkan keputusan strategis berupa pembukaan penjaringan calon Ketua DPC PKB di seluruh daerah. “Dari Musyawarah Cabang PKB serentak se Kalimantan Timur kemarin, salah satunya yang paling penting adalah menghasilkan keputusan untuk mengusulkan calon-calon ketua DPC se Kalimantan Timur,” ujarnya di Kantor DPW PKB Kaltim.
Ia mengungkapkan, jumlah calon yang semula mencapai 42 orang mengalami penyusutan signifikan setelah proses pengembalian berkas administrasi. Hingga batas waktu 15 April 2026 pukul 23.59, hanya 18 orang yang mengembalikan berkas. “Dari 42 orang yang diusulkan, yang mengembalikan berkas hingga batas waktu 15 April 2026 pukul 23.59 hanya tersisa 18 orang,” ucapnya.
Sebaran calon tersebut menunjukkan dinamika berbeda di tiap daerah. Di Kabupaten Paser (Paser) hanya satu calon yang mengembalikan berkas. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kota Samarinda masing-masing memiliki empat calon. Sementara Kota Bontang (Bontang), Kota Balikpapan (Balikpapan), Kabupaten Berau (Berau), dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masing-masing hanya diikuti satu calon.
Sebanyak 15 nama mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap II, yakni Fahmi Fadli (Paser); Eko Wulandanu, Desman Minang Edianto, dan Saprn (Kukar); Sutomo Jabir (Berau); Jahidin, Wahyudin, Rusdi Doviyanto, dan Aris Mulyanata (Samarinda); Firman (Bontang); Martin Hal (Kabupaten Mahakam Ulu/Mahulu); serta Rita Asmara Dewi (Kabupaten Kutai Barat/Kubar). Sementara itu, tiga calon dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ditetapkan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB).
Dari keseluruhan peserta, salah satu kandidat asal Kukar, Dedik Harianto, menjadi sorotan karena dinilai memiliki rekam jejak dan kedekatan dengan basis masyarakat. Ia disebut sebagai figur yang memahami kondisi sosial dan politik daerahnya.
Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan UKK pada 21 April 2026 yang meliputi wawancara dan presentasi program kerja di hadapan tim DPP PKB dari Jakarta. Proses seleksi ini dinilai ketat karena calon Ketua DPC dituntut memiliki kemampuan membangun struktur partai hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).
Melalui tahapan ini, DPW PKB Kaltim menargetkan lahirnya kepemimpinan baru yang solid dan mampu memperkuat konsolidasi partai di daerah. Dinamika persaingan diperkirakan semakin menguat seiring munculnya kandidat potensial dari berbagai wilayah. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Agnes Wiguna

