PROBOLINGGO – Kebakaran yang melanda Kapal Motor (KM) Gracias Tanjung Perak di Pelabuhan Perikanan Mayangan (PPM) Kota Probolinggo, Senin (20/04/2026) sore, diduga berkaitan dengan aktivitas perbaikan kapal sebelum keberangkatan, meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal sedang sandar dan bersiap untuk berlayar menuju Dobo, Kepulauan Aru, Maluku. Api pertama kali terlihat dari bagian lantai dua kapal, lalu dengan cepat membesar hingga melalap sebagian struktur atas.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo Tri Setyo Anggodo mengatakan kobaran api tidak sampai menghanguskan seluruh kapal, melainkan hanya sekitar 30 persen bagian.
“informasi yang kami terima, tidak ada korban, namun kami telah siapkan ambulan. Penyebab kebakaran masih belum diketahui, yang jelas sebelum api muncul, kapal dalam kondisi perbaikan,” beber dia, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (20/04/2026).
Upaya pemadaman awal dilakukan oleh kru kapal dan warga sekitar menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas datang. Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo kemudian dikerahkan ke lokasi untuk menangani api.
Petugas menghadapi kendala saat proses pemadaman karena titik api berada di bagian dalam kapal, sehingga harus naik ke atas untuk menjangkau sumber api.
“Jadi kebakaran ini diperkirakan berasal dari kamar mesin, namun apakah dari konslet api atau apa, masih belum diketahui,” kata pembina paguyuban nelayan setempat, Hermanto.
Setelah sekitar satu jam penanganan, api berhasil dipadamkan. Namun, petugas tetap melakukan penyiraman lanjutan guna mencegah potensi kebakaran ulang, mengingat di dalam kapal terdapat bahan bakar dan material mudah terbakar.
“Jadi kapal ini sedang sandar dan menunggu keberangkatan yang mana tujuannya adalah Dobo, Kelupauan Aru, Maluku,” imbuhnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta mengevaluasi prosedur keselamatan kapal saat perbaikan berlangsung. []
Redaksi05

