MARTAPURA – Kepolisian Resor (Polres) Banjar mengungkap motif pembunuhan seorang pelajar perempuan berinisial RE (18) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang ternyata berawal dari aksi pencurian di rumah korban. Pelaku berinisial NP ditangkap setelah sempat melarikan diri ke Kabupaten Tapin.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banjar M Fadli menjelaskan, tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena panik saat aksinya dipergoki di dalam rumah. “Saat berada di dalam rumah, korban datang dan memergoki tersangka yang sedang bersembunyi di kamar mandi,” ujar Fadli dalam konferensi pers, Rabu (22/04/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/04/2026) dini hari. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela menggunakan cangkul. Setelah berada di dalam rumah, pelaku sempat mengamati situasi sebelum akhirnya bersembunyi di kamar mandi ketika mendengar korban terbangun.
Situasi berubah menjadi fatal saat korban membuka pintu kamar mandi dan mendapati keberadaan pelaku. “Karena panik, tersangka kemudian melakukan kekerasan terhadap korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Fadli, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (22/04/2026).
Setelah korban tak berdaya, pelaku melakukan tindakan lebih lanjut dengan menyumpal mulut korban menggunakan sikat gosok pakaian. Jasad korban kemudian ditemukan oleh sepupunya yang curiga melihat kondisi kamar mandi.
Usai memastikan korban meninggal dunia, pelaku mengambil sejumlah barang berharga milik korban, termasuk telepon genggam dan sepeda motor yang digunakan untuk melarikan diri. Polisi yang melakukan pengembangan akhirnya berhasil menangkap pelaku di wilayah Tapin beserta sejumlah barang bukti.
Kapolres Banjar menegaskan, tersangka kini dijerat dengan Pasal 479 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Pelaku dikenakan Pasal 479 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” tegas Fadli.
Kasus ini sempat menggegerkan warga Kecamatan Simpang Empat karena korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar mandi. Aparat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan tempat tinggal. []
Redaksi05

