WASHINGTON DC – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memutuskan menghentikan sementara penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, di tengah proses pemeriksaan internal terkait dugaan pembengkakan biaya renovasi kantor bank sentral tersebut.
Keputusan penghentian penyelidikan diumumkan Jaksa Federal Distrik Columbia Jeanine Pirro melalui pernyataan di platform X. Ia menegaskan langkah itu bersifat sementara sembari menunggu hasil investigasi Inspektorat Jenderal (Itjen) The Fed.
“Saya telah menginstruksikan kantor saya untuk menutup penyelidikan kami sementara Inspektur Jenderal melakukan penyelidikan ini. Namun, perlu dicatat bahwa saya tidak akan ragu untuk memulai kembali penyelidikan kriminal jika fakta-fakta tersebut membenarkannya,” tulis Pirro sebagaimana diberitakan Cnbc International, Sabtu (25/04/2026).
Penyelidikan terhadap Powell sebelumnya dipicu oleh dugaan pembengkakan anggaran dalam proyek pembangunan dan renovasi kantor pusat The Fed di Washington. Dugaan tersebut kemudian dialihkan untuk ditangani terlebih dahulu oleh Itjen The Fed sebagai bagian dari mekanisme pengawasan internal.
Pirro juga menegaskan bahwa lembaga pengawasan tersebut memiliki kewenangan penuh untuk memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran publik oleh institusi keuangan negara. “Inspektur Jenderal memiliki wewenang untuk meminta pertanggungjawaban Federal Reserve kepada para pembayar pajak Amerika,” tulisnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan harapan agar laporan hasil investigasi dapat segera diselesaikan guna menjawab berbagai pertanyaan yang sempat memicu langkah hukum. “Saya mengharapkan laporan komprehensif dalam waktu singkat dan yakin bahwa hasilnya akan membantu menyelesaikan, sekali dan untuk selamanya, pertanyaan-pertanyaan yang menyebabkan kantor ini mengeluarkan surat panggilan,” tambahnya.
Di sisi lain, penghentian sementara penyelidikan ini dinilai berdampak pada dinamika politik dan kebijakan moneter AS. Nama Kevin Warsh disebut sebagai kandidat kuat pengganti Powell dan telah menjalani proses konfirmasi di Senat AS. Pemungutan suara atas pencalonannya sebelumnya dilaporkan tertunda hingga kejelasan status hukum Powell.
Situasi ini juga memunculkan spekulasi bahwa penyelidikan terhadap Powell berkaitan dengan tekanan politik terhadap The Fed, khususnya terkait kebijakan suku bunga yang menjadi perhatian Presiden AS Donald Trump. Namun, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak The Fed, Pirro, maupun Warsh mengenai hal tersebut.
Dengan dihentikannya penyelidikan untuk sementara, fokus kini beralih pada hasil investigasi internal yang akan menentukan apakah proses hukum terhadap Powell akan dilanjutkan atau dihentikan sepenuhnya. Keputusan akhir diperkirakan akan berpengaruh pada stabilitas kebijakan moneter serta independensi bank sentral AS ke depan. []
Redaksi05

