SORONG – Aparat kepolisian masih memburu pelaku penikaman yang menewaskan seorang petugas keamanan hotel berinisial MB di Jalan Puncak Arfak, Kelurahan Kampung Baru, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (26/04/2026). Korban meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka tusuk serius di bagian tubuhnya.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi saat korban berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga kini, identitas pelaku yang diduga sebagai orang tidak dikenal masih dalam penyelidikan, sementara polisi terus melakukan pengejaran.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sorong Barat, Max Pigai, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya, sebagaimana diberitakan DetikSulsel, Minggu (26/04/2026).
Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian bermula ketika sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendengar keributan di depan sebuah rumah makan di kawasan tersebut. Tak lama kemudian, korban terdengar berteriak meminta pertolongan.
Saat aparat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diketahui telah melarikan diri. Polisi kemudian menemukan barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan dalam aksi penikaman. “Di lokasi, aparat menemukan barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan dalam aksi penikaman,” ujarnya.
Korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Maleo Kampung Baru untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk yang cukup parah. “Korban mengalami luka tusuk pada dada kiri, ulu hati, serta bagian tubuh kiri lainnya. Luka tersebut diduga menjadi penyebab utama korban tidak dapat diselamatkan,” jelasnya.
Saat ini, aparat kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Selain itu, pengamanan di wilayah hukum Polsek Sorong Barat juga ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa.
Kasus ini menambah daftar tindak kekerasan yang terjadi di ruang publik dan menjadi perhatian aparat untuk meningkatkan keamanan serta respons cepat terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah tersebut. []
Redaksi05

