Serangan Drone di Sudan Tewaskan 11 Orang, Rumah Sakit Ikut Terdampak

Serangan Drone di Sudan Tewaskan 11 Orang, Rumah Sakit Ikut Terdampak

Bagikan:

RABAK – Serangan udara menggunakan drone di Sudan kembali memperluas dampak konflik, setelah sedikitnya 11 orang tewas dalam serangan yang menyasar kendaraan militer di Kota Rabak, wilayah selatan negara tersebut, Selasa (28/04/2026).

Serangan itu dilaporkan menargetkan Pasukan Gabungan (Joint Forces), yakni koalisi kelompok bersenjata yang bersekutu dengan tentara reguler Sudan dalam menghadapi paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF). Sumber keamanan menyebut sejumlah kendaraan militer hancur, termasuk yang mengangkut senjata dan amunisi sehingga memicu kebakaran di lokasi.

Selain di Rabak, serangan drone juga dilaporkan terjadi di negara bagian Khartoum. Sebuah fasilitas kesehatan menjadi sasaran, menandai kembali meningkatnya intensitas serangan di wilayah yang sebelumnya relatif terkendali dalam beberapa bulan terakhir.

“Serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah sakit,” kata seorang warga di daerah Jebel Awliya, yang terletak 40 kilometer di selatan pusat Kota Khartoum, sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Rabu (29/04/2026).

Sumber keamanan yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan kerusakan pada fasilitas medis tersebut tergolong ringan, meski serangan juga berdampak pada fasilitas publik lain di sekitarnya.

“Kerusakan pada rumah sakit tersebut ringan dan serangan drone itu juga menghantam sebuah pom bensin di dekat rumah sakit,” ujar sumber keamanan tersebut.

Penggunaan drone dalam konflik Sudan kian meningkat karena dianggap efektif dalam operasi militer, meskipun berkontribusi terhadap bertambahnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Teknologi ini digunakan oleh kedua pihak yang bertikai sebagai alternatif dalam kondisi sumber daya manusia yang semakin terbatas akibat perang berkepanjangan.

Konflik internal Sudan yang berlangsung sejak April 2023 telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta memicu krisis kemanusiaan serius. Hingga kini, pertempuran antara militer Sudan dan RSF terus berlangsung tanpa tanda mereda, dengan wilayah sipil kerap menjadi lokasi terdampak.

Serangan terbaru ini menunjukkan eskalasi konflik yang belum terkendali, sekaligus mempertegas risiko yang dihadapi warga sipil di tengah penggunaan teknologi militer modern dalam peperangan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang