Gunung Semeru Bergejolak, 15 Kali Gempa Erupsi Tercatat dalam 6 Jam

Gunung Semeru Bergejolak, 15 Kali Gempa Erupsi Tercatat dalam 6 Jam

Bagikan:

LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang–Malang, Jawa Timur, masih berada pada level tinggi dengan dominasi gempa erupsi, sehingga masyarakat diminta menjauhi zona rawan bencana sesuai rekomendasi otoritas pemantau gunung api.

Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, aktivitas kegempaan dalam periode Kamis (30/04/2026), (00.00–06.00 WIB) didominasi oleh gempa letusan. “Pengamatan kegempaan pada Kamis pukul 00.00-06.00 WIB tercatat sebanyak 15 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm, dan lama gempa 77-123 detik,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (30/04/2026).

Selain gempa erupsi, tercatat pula satu kali gempa guguran dengan amplitudo 7 mm dan durasi 65 detik, serta lima kali gempa embusan dengan amplitudo 4–6 mm dan durasi 35–49 detik. Secara visual, kondisi gunung tidak terpantau jelas akibat tertutup kabut dengan intensitas 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.

Dalam periode yang sama, Gunung Semeru mengalami tiga kali erupsi, masing-masing pada pukul 00.28 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak, serta erupsi lanjutan pada pukul 01.14 WIB dan 07.30 WIB yang tidak teramati secara visual karena tertutup kabut.

Liswanto menjelaskan status aktivitas Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Di luar zona tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar yang dapat mengalir melalui sejumlah sungai berhulu di puncak Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.

Peningkatan aktivitas ini menjadi peringatan bagi warga di sekitar kawasan rawan bencana agar mematuhi seluruh rekomendasi guna meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa