KOTA JAMBI – Banjir kembali merendam permukiman warga di RT 33, Kelurahan Simpang 4 Sipin, Kecamatan Telanaipura, Sabtu (02/05/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari. Air yang mulai masuk sekitar pukul 02.00 WIB dilaporkan mencapai ketinggian sekitar setengah meter dan menggenangi rumah warga hingga ke bagian kamar.
Warga terdampak mengaku tidak bisa beristirahat sepanjang malam karena harus bersiaga menghadapi luapan air yang terus meningkat. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, banjir juga memukul usaha kecil milik warga setempat.
Salah seorang warga, Dedi, mengatakan air masuk dari bagian depan rumah hingga ke bagian belakang dan merendam sejumlah ruangan.
“Dari jam 2(dini hari), sudah masuk kamar dari depan kebelakang (rumah), tinggi air sekitar setengah meter,” ujarnya saat ditemui, sebagaimana dilansir Kompas, Sabtu (02/05/2026).
Menurut Dedi, kondisi tersebut membuat keluarganya tidak dapat tidur semalaman karena harus memantau kondisi banjir yang terus naik.
“Dak tidur, macam mana mau tidur, dak ada tempat lagi, siaga dari tadi malam,” ujarnya.
Ia menuturkan banjir di kawasan Simpang 4 Sipin mulai sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Warga menduga perubahan kondisi lingkungan dan pembangunan kawasan permukiman baru di bagian hulu turut memengaruhi aliran air di wilayah tersebut.
“Sekitar tahun 2010 ke atas, kalau dulu dak ada perumahan, sekarang di atas ada perumahan,” ucapnya.
Dampak banjir juga dirasakan Wahid, warga yang menjalankan usaha laundry di kawasan tersebut. Ia terpaksa menghentikan sementara aktivitas usahanya akibat genangan air yang kembali masuk ke lingkungan permukiman.
“Tidur bae susah, kami usaha laundry, puluhan kali ada (banjir), terganggu usaha,” ungkapnya.
Hingga Sabtu (02/05/2026) siang, warga masih membersihkan rumah dan memantau kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun. Masyarakat berharap ada langkah penanganan jangka panjang untuk mengurangi banjir yang dinilai semakin sering terjadi di kawasan tersebut. []
Redaksi05

