KYIV – Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur strategis Rusia dengan menyasar kapal perang, tanker minyak, hingga fasilitas energi di tengah eskalasi perang yang kembali memanas antara kedua negara. Serangan balasan menggunakan ratusan drone dan rudal dilaporkan menewaskan sedikitnya lima orang di kedua wilayah.
Pemerintah Ukraina mengklaim telah menyerang sejumlah kapal perang Rusia yang membawa rudal jelajah serta tiga kapal tanker shadow fleet yang digunakan untuk distribusi minyak Rusia. Serangan itu berlangsung ketika Rusia dan Ukraina saling meluncurkan ratusan drone bermuatan peledak ke wilayah lawan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan Kyiv akan terus memperluas serangan terhadap fasilitas energi Rusia apabila Moskow tidak menghentikan invasinya.
“Rusia dapat mengakhiri perangnya kapan saja. Memperpanjang perang hanya akan memperluas skala operasi pertahanan kita,” ujar Zelensky, sebagaimana dilansir Ntvnews, Senin (04/05/2026).
Zelensky menyebut pasukan Ukraina berhasil menyerang kapal bersenjata rudal jelajah di Pelabuhan Primorsk, wilayah Leningrad, Rusia. Kawasan tersebut diketahui menjadi salah satu terminal ekspor minyak utama Rusia yang dalam beberapa pekan terakhir beberapa kali menjadi target serangan.
Selain itu, tiga kapal tanker shadow fleet juga dilaporkan menjadi sasaran operasi drone Ukraina. Satu kapal berada di Primorsk, sedangkan dua kapal lainnya berada di sekitar Pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam.
Dalam unggahan video yang dibagikan Zelensky, tampak drone Ukraina mendekati salah satu kapal tanker di Novorossiysk sebelum terjadi ledakan di sekitar target.
Pemerintah Rusia melalui gubernur wilayah Leningrad mengonfirmasi adanya kebakaran di area pelabuhan akibat serangan Ukraina. Namun, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai tingkat kerusakan fasilitas tersebut.
Di sisi lain, Rusia juga melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina pada malam hari dengan mengerahkan 268 drone dan satu rudal balistik. Ukraina mengklaim telah membalas dengan mengirimkan 334 drone ke sejumlah wilayah Rusia.
Pejabat setempat melaporkan tiga warga Ukraina dan dua warga Rusia tewas akibat rentetan serangan terbaru itu. Korban jiwa juga dilaporkan terjadi di wilayah Ukraina selatan yang berada di bawah kendali Rusia serta kawasan sekitar Moskow.
Meski kedua negara sama-sama menyatakan tidak menargetkan warga sipil, konflik yang berlangsung sejak invasi Rusia pada Februari 2022 terus menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di kedua pihak.
Laporan AFP menyebut Rusia mencatat jumlah peluncuran drone jarak jauh tertinggi sepanjang April 2026 dengan rata-rata lebih dari 200 drone per hari sejak perang dimulai empat tahun lalu. []
Redaksi05

