KOTA MADIUN – Kecelakaan beruntun melibatkan sebuah truk boks pengangkut air mineral dan tiga sepeda motor terjadi di Simpang 5 Tugu Pendekar, Jalan S. Parman, Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), Senin (04/05/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan satu pengendara meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal diketahui berinisial D.I (33), warga Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE 6142 DM.
Sementara dua korban luka yakni IDS (32), warga Kabupaten Magetan, pengendara Honda Supra X AE 4018 JP, serta SNI (25), warga Kabupaten Madiun, pengendara Honda Beat AE 2201 DM.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota Deka Purnama Putra menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk Hino bernomor polisi W 8366 UT melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan S. Parman.
Di saat bersamaan, tiga sepeda motor sedang berhenti di lampu lalu lintas karena alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) menyala merah. Namun, truk yang berada di belakang diduga hilang kendali dan menabrak kendaraan di depannya secara beruntun.
“Menurut keterangan saksi, truk diduga dikemudikan dalam kondisi sopir mengantuk. Kendaraan kemudian menabrak tiga sepeda motor yang berada di depannya,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Berita Lokal, Senin (04/05/2026).
Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban. Jenazah korban meninggal dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedono Kota Madiun, sedangkan korban luka menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Sopir truk berinisial A.K (35), warga Kabupaten Kediri, juga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kendaraan tersebut diketahui tengah mengangkut air mineral dari Kediri menuju Kabupaten Ponorogo.
“Tidak ada indikasi kendaraan menerobos lampu merah. Posisi truk berada di belakang dan menabrak karena pengemudi tidak stabil saat berkendara, diduga akibat mengantuk,” tambah Deka.
Kecelakaan tersebut kembali menjadi perhatian terkait pentingnya kesiapan fisik pengemudi, khususnya kendaraan berat, sebelum melakukan perjalanan jarak jauh guna mencegah kecelakaan fatal di jalan raya. []
Redaksi05

