MOJOKERTO – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto memburu seorang pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap mertua dan istrinya sendiri di Dusun Tempuran, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (06/05/2026). Dalam insiden tersebut, mertua pelaku meninggal dunia, sedangkan istri pelaku mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.
Peristiwa berdarah itu pertama kali diketahui warga sekitar pada pagi hari. Polisi menerima laporan dugaan penganiayaan sekitar pukul 09.00 WIB, lalu langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mojokerto, Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan adanya kasus tersebut.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat terkait dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Aldhino, sebagaimana diberitakan Kabarbaik, Rabu, (06/05/2026).
Saat petugas tiba di lokasi, dua perempuan ditemukan dalam kondisi terluka parah. Korban meninggal diketahui mengalami luka serius pada bagian leher. Sementara korban selamat mengalami luka pada wajah dan leher sehingga harus mendapatkan penanganan medis intensif.
Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Mojokerto langsung melakukan olah TKP guna mengumpulkan barang bukti serta mendalami motif pelaku melakukan penyerangan terhadap keluarganya sendiri.
Jenazah korban meninggal kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pusat Pendidikan Korps Brimob (Pusdik) Watukosek di Kabupaten Sidoarjo untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan korban selamat dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari.
Selain mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Hingga kini, aparat belum mengungkap motif pasti di balik aksi penganiayaan tersebut. []
Redaksi05

