Roket dari Lebanon Hantam Israel Utara, Gencatan Senjata Terancam Gagal

Roket dari Lebanon Hantam Israel Utara, Gencatan Senjata Terancam Gagal

Bagikan:

TEL AVIV – Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kembali memanas setelah serangan roket dari wilayah Lebanon menghantam kawasan Israel utara pada Jumat (08/05/2026). Insiden itu menjadi serangan pertama sejak gencatan senjata kedua pihak diberlakukan beberapa pekan terakhir dan memicu kekhawatiran munculnya eskalasi baru di Timur Tengah.

Militer Israel menyebut tiga roket diluncurkan dari wilayah Lebanon menuju area perbatasan utara Israel. Sistem pertahanan udara Israel diklaim berhasil mencegat sebagian proyektil, sementara satu roket lainnya jatuh di area permukiman hingga menyebabkan seorang warga Israel terluka.

Serangan tersebut memicu bunyi sirene peringatan di sejumlah wilayah Israel utara. Situasi itu sekaligus menandai rapuhnya kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya dicapai melalui mediasi internasional.

Di sisi lain, jet tempur Israel dilaporkan langsung melancarkan serangan udara balasan ke sejumlah titik di Lebanon selatan yang disebut sebagai lokasi peluncuran roket. Media Lebanon melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan itu, termasuk seorang petugas medis, sebagaimana diberitakan Mina, Jumat (08/05/2026).

Pemerintah Lebanon menegaskan tetap berkomitmen menjaga gencatan senjata dan meminta tekanan internasional agar Israel menghentikan serangan ke wilayah selatan Lebanon. Presiden Lebanon Joseph Aoun juga meminta Uni Eropa membantu menjaga stabilitas kawasan serta mendorong implementasi penuh kesepakatan penghentian konflik.

Sementara itu, kelompok Hezbollah sebelumnya menuding Israel berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui serangan udara dan operasi militer di Lebanon selatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak saling melontarkan tuduhan pelanggaran, termasuk serangan drone dan roket lintas batas yang menimbulkan korban di kedua belah pihak.

Ketegangan terbaru ini terjadi di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang belum stabil akibat konflik Gaza dan memanasnya hubungan Iran-Israel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik regional apabila upaya diplomasi gagal meredam situasi. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang