MOSKOW – Gencatan senjata yang diumumkan Rusia dan Ukraina menjelang peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II belum sepenuhnya meredakan konflik di garis depan. Kedua negara justru saling menuduh masih melancarkan serangan drone dan artileri selama masa penghentian sementara pertempuran tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram pada Jumat (08/05/2026) menuduh pasukan Ukraina melakukan lebih dari 1.300 pelanggaran gencatan senjata di wilayah perbatasan.
Pemerintah Rusia menyebut pelanggaran itu mencakup serangan drone serta tembakan artileri yang diarahkan ke sejumlah titik pertahanan mereka. Moskow juga menegaskan pasukannya telah memberikan respons balasan yang dianggap setara.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia tetap melancarkan serangan intensif sepanjang malam di berbagai wilayah garis depan. Ia mengatakan pasukan Ukraina akan memberikan respons serupa terhadap serangan tersebut.
Dalam unggahan di media sosial X sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (08/05/2026), Zelensky menyebut hingga pukul 07.00 waktu setempat atau sekitar 11.00 WIB, Rusia telah melancarkan lebih dari 140 serangan dan 10 aksi ancaman terhadap posisi Ukraina.
Menurut Zelensky, serangan Rusia dilakukan menggunakan ratusan drone dan serangan darat di sejumlah titik konflik.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin (04/05/2026) mengumumkan rencana gencatan senjata selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II.
Sementara itu, Ukraina menyatakan pihaknya mulai menerapkan gencatan senjata sejak Rabu (06/05/2026). Namun, situasi di lapangan menunjukkan ketegangan kedua negara masih terus berlangsung meski kesepakatan penghentian serangan telah diumumkan masing-masing pihak. []
Redaksi05

