RIO DE JANEIRO – Aktivitas belajar di sebuah sekolah menengah pertama di Kota Belford Roxo, Brasil, dihentikan sementara setelah ledakan bom rakitan melukai 10 pelajar berusia 13 hingga 15 tahun, Jumat (08/05/2026) waktu setempat. Peristiwa itu memicu pengamanan ketat di area sekolah dan penyelidikan aparat penjinak bom.
Ledakan terjadi di halaman sekolah usai sebuah perangkat peledak berbentuk pipa yang berisi paku, mur, dan baut diduga dimainkan oleh seorang siswa. Pemerintah setempat langsung mengevakuasi korban dan mensterilkan lokasi kejadian.
“Sebuah perangkat peledak dilaporkan meledak di halaman sekolah setelah dimainkan oleh seorang siswa,” kata departemen pemadam kebakaran dalam sebuah pernyataan.
Balai Kota Belford Roxo menyebut sebagian besar korban hanya mengalami luka ringan dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Pihak sekolah juga menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
“Mengalami luka ringan dan diperkirakan akan dipulangkan dalam beberapa jam ke depan,” katanya.
“Kegiatan belajar mengajar telah dihentikan sementara untuk menjamin keselamatan siswa dan staf,” imbuhnya.
Aparat kepolisian militer bersama tim penjinak bom kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul perangkat peledak tersebut. Area sekolah juga telah dipasang garis polisi guna mencegah warga mendekati lokasi ledakan.
Sejumlah media lokal menyebut bom rakitan itu diduga dibawa ke sekolah oleh dua siswa. Informasi tersebut sebagaimana dilansir Detik, Jumat (08/05/2026), yang mengutip laporan media Brasil O Globo terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan sekolah di Brasil, terutama setelah perangkat berbahaya dapat masuk ke area pendidikan dan menyebabkan korban luka di kalangan pelajar. []
Redaksi05

