BEIRUT – Dua paramedis yang tergabung dalam lembaga kesehatan afiliasi Hizbullah dilaporkan tewas akibat serangan Israel di wilayah selatan Lebanon pada Minggu (10/05/2026), meski kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak masih berlaku hingga pertengahan Mei. Serangan itu kembali memicu kecaman Pemerintah Lebanon yang menilai tindakan Israel melanggar hukum internasional.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lebanon menyebut serangan Israel secara langsung menyasar dua titik milik Islamic Health Committee, organisasi kesehatan yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata Hizbullah.
Dalam keterangannya, Kemenkes Lebanon mengungkapkan satu paramedis tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di wilayah Qalaway. Sementara itu, satu paramedis lainnya tewas dan dua orang terluka dalam serangan terpisah di Tibnin.
“Israel secara langsung menargetkan dua lokasi Health Committee melalui dua serangan,” kata Kemenkes Lebanon, sebagaimana dilansir AFP, Minggu (10/05/2026).
Pemerintah Lebanon mengecam keras serangan tersebut. Beirut menilai operasi militer Israel di wilayah sipil dan fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional serta mengancam stabilitas kawasan perbatasan.
Serangan terbaru ini terjadi ketika situasi di perbatasan Lebanon-Israel masih memanas walaupun kedua pihak sebelumnya telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata hingga pertengahan Mei. Ketegangan yang terus berlanjut dikhawatirkan dapat memicu eskalasi konflik baru di kawasan tersebut. []
Redaksi05

