TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi terhadap Iran belum akan berakhir meski upaya diplomasi masih berlangsung. Israel dan Amerika Serikat (AS) disebut tetap berfokus menghentikan program nuklir Iran dan membatasi kekuatan militernya di tengah negosiasi damai yang belum menemui kesepakatan.
Netanyahu menyatakan Iran masih memiliki cadangan uranium yang diperkaya, fasilitas nuklir aktif, serta pengembangan rudal balistik dan kelompok proksi yang dinilai menjadi ancaman keamanan kawasan.
“Masih ada material nuklir dan lokasi pengayaan yang harus dibongkar. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Benjamin Netanyahu dalam wawancara program 60 Minutes CBS, sebagaimana dilansir Rmol, Senin, (11/05/2026).
Pernyataan itu muncul ketika ketegangan di kawasan Selat Hormuz masih berlangsung. Jalur pelayaran strategis tersebut menjadi perhatian dunia karena merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak internasional.
Saat ditanya mengenai langkah AS dan Israel dalam mengamankan material nuklir Iran, Netanyahu memberikan jawaban singkat.
“Kalian masuk, lalu mengambilnya keluar.”
Di sisi lain, Washington dan Teheran masih berupaya melanjutkan perundingan damai melalui mediator dari Pakistan. Namun hingga kini, pembahasan belum menghasilkan titik temu terkait masa depan program nuklir Iran.
Presiden AS Donald Trump bahkan menolak proposal balasan terbaru dari Iran terkait tawaran perdamaian yang diajukan Washington. Penolakan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya.
Laporan Wall Street Journal menyebut Iran menolak sejumlah tuntutan utama AS terkait penghentian program nuklir secara permanen. Teheran juga meminta agar isu nuklir dipisahkan dari pembahasan kesepakatan damai yang lebih luas.
Dalam usulan terbaru, Iran disebut menawarkan skema pengenceran sebagian uranium yang diperkaya, sementara sisanya akan dikirim ke negara ketiga. Material tersebut dapat dikembalikan apabila AS keluar dari kesepakatan di kemudian hari.
Sebagai imbalan, Iran meminta penghentian blokade terhadap sejumlah pelabuhannya. Sebaliknya, Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz untuk aktivitas perdagangan internasional.
Meski demikian, AS tetap meminta jaminan penghentian penuh program nuklir Iran. Pemerintah Iran dikabarkan hanya bersedia menghentikan pengayaan uranium untuk sementara waktu dan menolak pembongkaran fasilitas nuklir yang dimiliki. []
Redaksi05

