Longsor Terjang Permukiman di Ciamis, Rumah dan Mushala Ambruk

Longsor Terjang Permukiman di Ciamis, Rumah dan Mushala Ambruk

Bagikan:

CIAMIS – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memicu longsor tebing setinggi 30 meter hingga menghancurkan rumah warga dan sebuah mushala di Kampung Cibulakan, Desa Sukamaju, Senin (11/05/2026) malam. Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) dengan total 25 jiwa terdampak dalam bencana tersebut.

Longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB setelah saluran irigasi di atas tebing meluap akibat tertimpa pohon tumbang. Material tanah kemudian menerjang permukiman warga yang berada di bawah tebing.

Camat Cihaurbeuti Enok Kursilah menjelaskan, intensitas hujan tinggi menjadi pemicu utama longsor yang merusak sedikitnya lima rumah dan satu mushala.

“Curah hujannya tinggi. Ada pohon tumbang menimpa saluran irigasi, air membendung dan meluap ke bawah, terjadi longsor,” kata Enok, sebagaimana diberitakan Kompas pada Selasa, (12/05/2026).

Menurut Enok, dua rumah bersama mushala ambruk akibat diterjang longsoran tanah. Sementara empat rumah lainnya terendam material lumpur dan air.

“Ada 8 KK (25 jiwa) yang terdampak (bencana longsor),” katanya.

Salah seorang warga terdampak, Dede Kartini, mengaku hujan deras mulai turun sejak Senin (11/05/2026) petang dan tidak berhenti hingga malam hari. Kondisi itu membuat air perlahan masuk ke rumahnya sebelum longsor terjadi.

“Tiba-tiba ada air merembes dari dapur,” kata Dede.

Tak lama kemudian, suara gemuruh terdengar dari arah tebing. Dede bersama suami dan anaknya langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

“Setelah di tempat aman, rumah langsung ambruk,” katanya.

Dede mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharganya saat evakuasi dilakukan secara mendadak. Ia hanya berhasil membawa telepon seluler miliknya.

“Barang-barang tak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya.

Hingga Selasa (12/05/2026) pagi, warga bersama aparat masih melakukan pembersihan material longsor di sekitar permukiman. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa