KYIV – Gempuran udara besar-besaran kembali menghantam Ukraina setelah gencatan senjata tiga hari dengan Rusia berakhir. Sedikitnya 31 orang dilaporkan terluka, termasuk seorang anak-anak, akibat serangan drone dan rudal yang menyasar wilayah Kyiv dan sekitarnya pada Kamis (14/05/2026) dini hari.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia meluncurkan lebih dari 670 drone penyerang serta 56 rudal dalam serangan yang disebut sebagai salah satu gelombang serangan terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
“Semalam, Rusia meluncurkan lebih dari 670 drone penyerang dan 56 rudal ke Ukraina,” tulis Zelensky dalam unggahan media sosialnya, sebagaimana dilansir France24 dan diberitakan Kompas, Kamis (14/05/2026).
Serangan tersebut langsung memicu aktivitas intensif sistem pertahanan udara Ukraina di berbagai titik ibu kota. Ledakan keras terdengar di sejumlah kawasan Kyiv ketika pasukan pertahanan udara berupaya mencegat rudal dan drone yang masuk.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko memperingatkan warga agar tetap waspada karena ibu kota menjadi salah satu sasaran utama serangan Rusia.
“Musuh menyerang Kyiv dengan drone dan rudal balistik,” tulis Klitschko melalui saluran Telegram.
Menurut laporan otoritas setempat, sedikitnya enam distrik di Kyiv dan enam distrik lain di wilayah sekitar ibu kota terdampak serangan tersebut. Beberapa bangunan mengalami kerusakan, termasuk rumah warga dan area parkir kendaraan yang terbakar akibat jatuhnya puing rudal.
Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 16 lainnya mengalami luka-luka di dalam kota. Namun, data terbaru dari Layanan Darurat Negara Ukraina menunjukkan jumlah korban luka di wilayah Kyiv bertambah menjadi sedikitnya 31 orang.
Zelensky menilai serangan besar-besaran itu menjadi sinyal bahwa Moskwa belum menunjukkan keinginan mengakhiri konflik bersenjata dalam waktu dekat.
“Ini jelas bukan tindakan dari mereka yang percaya bahwa perang akan segera berakhir. Sangat penting bagi para mitra untuk tidak tinggal diam melihat serangan ini,” tambah Zelensky.
Eskalasi kembali meningkat setelah Rusia mengakhiri gencatan senjata singkat selama tiga hari pada Selasa (12/05/2026). Jeda pertempuran itu sebelumnya diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beberapa jam sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin parade peringatan kemenangan Perang Dunia II di Lapangan Merah.
Di tengah memanasnya kembali konflik, Zelensky juga mendesak Trump untuk membahas langkah penghentian perang saat bertemu Presiden China Xi Jinping.
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar serangan udara yang terus terjadi selama lebih dari empat tahun konflik Rusia-Ukraina berlangsung. Hingga kini, situasi keamanan di Kyiv dan sejumlah wilayah lain di Ukraina masih berada dalam status siaga tinggi. []
Redaksi05

