TEHERAN – Pemerintah Iran kembali mengajukan proposal terbaru kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Proposal tersebut dikirim melalui mediator Pakistan di tengah kondisi gencatan senjata yang disebut semakin rapuh setelah enam pekan berjalan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan respons terbaru Teheran terhadap proposal Washington telah diteruskan kepada pihak AS melalui Islamabad.
“Respons Teheran terhadap proposal terbaru Washington telah “disampaikan kepada pihak Amerika melalui mediator Pakistan”,” ujar Baghaei dalam konferensi pers, sebagaimana dilansir Detiknews, Selasa (19/05/2026).
Menurut Baghaei, Iran tetap mempertahankan sejumlah tuntutan utama dalam setiap putaran negosiasi, termasuk pencairan aset negara yang dibekukan di luar negeri serta pencabutan sanksi ekonomi dari AS.
“Poin-poin yang diangkat adalah tuntutan Iran yang telah dipertahankan dengan tegas oleh tim negosiasi Iran di setiap putaran negosiasi,” sebutnya.
Upaya diplomasi kedua negara berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dengan melibatkan Pakistan sebagai mediator. Namun, proses negosiasi disebut masih menemui jalan buntu meski gencatan senjata sementara masih bertahan.
Sumber dari Pakistan mengungkapkan proses perdamaian antara Washington dan Teheran berjalan sulit karena kedua pihak dinilai terus mengubah tuntutan dalam perundingan.
“Kita tidak memiliki banyak waktu,” ucap sumber Pakistan tersebut.
Dalam proposal terbaru itu, Iran juga meminta ganti rugi atas dampak perang, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Teheran, serta penghentian konflik di sejumlah wilayah, termasuk Lebanon yang menjadi lokasi bentrokan antara Israel dan Hizbullah.
Sementara itu, pemerintah AS dilaporkan tetap mendesak Iran membubarkan program nuklirnya serta membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis distribusi minyak dan gas dunia.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Presiden AS Donald Trump terkait proposal terbaru tersebut. Namun, Trump sebelumnya sempat memperingatkan Iran melalui unggahan media sosial agar segera mengambil keputusan terkait negosiasi damai.
Trump menegaskan bahwa “waktu terus berjalan” bagi Iran dan menyerukan agar Teheran “sebaiknya bergerak, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka”. []
Redaksi05

