Banjir Binuang Lumpuhkan Jalur Trans Sulawesi, Rumah Warga Terendam

Banjir Binuang Lumpuhkan Jalur Trans Sulawesi, Rumah Warga Terendam

Bagikan:

POLEWALI MANDAR – Luapan Sungai Binuang akibat hujan deras yang mengguyur Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyebabkan puluhan rumah warga, fasilitas umum, hingga akses jalan trans Sulawesi terendam banjir pada Kamis (21/05/2026). Genangan air di sejumlah titik dilaporkan mencapai lebih dari satu meter dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas antardaerah.

Banjir yang terjadi sejak pagi itu menghambat mobilitas warga dan pengguna jalan yang melintasi jalur trans provinsi. Arus air berwarna kecokelatan terlihat mengalir deras di badan jalan sehingga banyak pengendara memilih menghentikan perjalanan demi alasan keselamatan.

Sejumlah kendaraan roda dua dilaporkan mogok setelah mencoba menerobos banjir. Warga setempat turun membantu pengendara mengevakuasi kendaraan agar tidak terseret arus yang cukup kuat.

Salah seorang pengendara asal luar daerah, Sahabuddin, mengaku memilih menunggu kondisi banjir mereda sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Arus air cukup deras dan genangannya tinggi. Saya khawatir kendaraan tidak mampu melintas, sehingga lebih baik menunggu sampai kondisi air mulai surut,” ujarnya sebagaimana dilansir Kompas, Kamis (21/05/2026).

Selain memutus akses transportasi, banjir juga merendam kawasan permukiman di sekitar bantaran Sungai Binuang. Satu bangunan sekolah dan sejumlah fasilitas umum turut terdampak akibat meluapnya sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Di beberapa titik terdampak paling parah, ketinggian air mencapai sekitar satu meter hingga setinggi perut orang dewasa. Warga terpaksa berjalan menembus genangan untuk keluar masuk kawasan permukiman.

Seorang warga terdampak, Mansur, menyebut banjir kali ini termasuk yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir karena air naik dengan cepat dan merendam isi rumah warga.

“Air masuk ke rumah dengan cepat setelah hujan deras. Tingginya sekitar satu meter sehingga banyak barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rendah dan sekitar aliran sungai agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga diminta terus memantau kondisi cuaca dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini masih melakukan pendataan dampak banjir serta memantau kondisi wilayah terdampak untuk memastikan penanganan terhadap warga dapat dilakukan secara cepat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah Polewali Mandar dalam sepekan terakhir. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa