BENGKALIS – Perjalanan satu keluarga menuju Kota Pekanbaru berakhir tragis setelah mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal di Kilometer 14 Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Kamis (21/05/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan dua penumpang meninggal dunia, sementara tujuh lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.
Kecelakaan terjadi di wilayah Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Kendaraan bernomor polisi BK 1965 YR itu diduga hilang kendali setelah sopir mengalami microsleep saat melaju di ruas tol menuju Pekanbaru.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau Jeki Rahmat Mustika mengatakan dua korban meninggal dunia diketahui bernama Lama Br Pasaribu dan Guen Br Manurung.
“Dua orang korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Kemudian, 6 orang luka berat dan 1 orang luka ringan,” kata Jeki, sebagaimana dilansir Kompas, Kamis (21/05/2026).
Selain korban meninggal, enam penumpang mengalami luka berat masing-masing Doni Pardede, Sandi Pernando Manurung, Dewi Wanita Manurung, Asri Br Situmeang, Bertua Br Situmeang, dan Echa Br Manurung. Sementara satu korban luka ringan diketahui bernama Saundika Manurung.
Menurut Jeki, kendaraan tersebut membawa rombongan keluarga asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara (Sumut), yang hendak menuju Pekanbaru. Saat tiba di KM 14 Tol Permai, pengemudi Doni Pardede diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.
“Diduga akibat microsleep, mobil menabrak beton u-turn pembatas jalan tol,” ucap Jeki.
Benturan keras membuat bagian depan kendaraan rusak parah. Petugas Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Tol Permai Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama pihak Hutama Karya kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas.
“Petugas mengamankan korban, kendaraan, dan arus lalu lintas di Tol. Semua korban dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru,” ujar Jeki.
Kepala Satuan (Kasat) PJR Ditlantas Polda Riau Eko Baskara mengatakan fokus utama petugas saat tiba di lokasi ialah menyelamatkan korban yang masih hidup dan memastikan penanganan medis berjalan cepat.
“Informasinya satu keluarga (yang kecelakaan) ini. Cuma waktu itu, kami fokus penyelamatan nyawa korban dulu. Keselamatan korban menjadi prioritas utama personel di lapangan,” kata Eko.
Selain proses evakuasi korban, petugas juga mengevakuasi kendaraan yang rusak agar arus lalu lintas di ruas tol tetap berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) PJR Tol Permai Awi Ruben mengungkapkan dua korban meninggal dunia merupakan seorang bayi perempuan dan perempuan lanjut usia.
“Kedua korban meninggal dunia perempuan. Sekarang korban semuanya di RS Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru. Saya juga sedang di sini mengurus para korban,” ucap Awi.
Awi menyebut total terdapat sembilan orang di dalam kendaraan tersebut. Delapan di antaranya merupakan satu keluarga, sedangkan pengemudi merupakan sopir yang diminta mengantar rombongan ke bandara di Pekanbaru.
“Delapan orang yang satu keluarga. Yang mengemudikan mobil itu di luar keluarga tersebut. Dia diminta untuk mengantarkan ke bandara di Pekanbaru,” kata Awi.
Hingga Kamis siang, seluruh korban masih menjalani penanganan medis di rumah sakit. Dua korban luka berat dilaporkan masih belum sadarkan diri.
“Dua dari enam orang yang luka berat, kondisinya sekarang tak sadarkan diri,” ucap Awi.
Polda Riau mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar memastikan kondisi tubuh tetap fit sebelum berkendara jarak jauh dan segera beristirahat apabila mengalami kelelahan atau kantuk saat mengemudi. []
Redaksi05

