MOSKOW – Serangan drone yang diduga diluncurkan Ukraina menyebabkan salah satu kilang minyak utama di Moskow menghentikan sementara operasinya setelah fasilitas penyulingan mengalami kerusakan dan kebakaran. Insiden ini menambah daftar gangguan terhadap infrastruktur energi Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung.
Menurut dua sumber industri, serangan yang terjadi pada Selasa (16/06/2026) itu merusak unit penyulingan utama atau Crude Distillation Unit (CDU)-6. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 21.400 metrik ton minyak per hari atau setara 53 persen dari total kapasitas kilang.
Meski demikian, kilang diperkirakan dapat kembali beroperasi dengan mengandalkan unit penyulingan lain yang masih berfungsi. Kapasitas pengolahan dari fasilitas yang tersisa diperkirakan mencapai sekitar 18.800 ton minyak per hari.
Layanan darurat setempat menyatakan kebakaran yang dipicu serangan berhasil dipadamkan dan tidak berdampak pada keseluruhan operasi fasilitas. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin juga mengonfirmasi adanya kerusakan pada salah satu fasilitas di area tersebut, meski tidak merinci tingkat kerusakannya.
Kilang yang berada di wilayah tenggara Moskow itu merupakan salah satu pemasok bahan bakar penting bagi ibu kota Rusia. Perusahaan pemilik kilang, Gazpromneft, hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Berdasarkan data industri, pada 2024 kilang tersebut mengolah sekitar 11,6 juta metrik ton minyak mentah atau setara 230.000 barel per hari. Dari volume tersebut dihasilkan sekitar 2,9 juta ton bensin, 3,2 juta ton diesel, dan 1,3 juta ton bitumen.
Serangan terhadap infrastruktur energi menjadi salah satu dampak yang terus muncul dalam konflik Rusia-Ukraina. Gangguan terhadap fasilitas strategis seperti kilang minyak berpotensi memengaruhi rantai pasok energi, terutama bagi wilayah yang bergantung pada pasokan bahan bakar dari fasilitas tersebut.
Informasi mengenai penghentian sementara operasi kilang dan dampak kerusakan fasilitas ini disampaikan berdasarkan keterangan sumber industri, sebagaimana dilansir Kontan pada Rabu, (17/06/2026). Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak pengelola terkait estimasi pemulihan penuh operasional kilang. []
Redaksi05

